Membaca dan Memori Otak

Membaca dan Memori Otak

Orang yang gemar membaca lebih kecil kemungkinannya terkena kepikunan. Aktivitas membaca menjaga penurunan memori otak.

 

Para peneliti dari Rush University Medical Centre, Chicago, Amerika Serikat mencoba melakukan pengamatan terhadap 294 orang yang berusia di atas 55 tahun. Mereka kemudian diberikan tes kognitif setiap 6 tahun hingga mereka meninggal pada usia rata-rata  89. Mereka juga diberikan kuesioner untuk mengetahui kegiatan mereka dalam membaca, menulis, dan aktivitas lainnya yang merangsang memori selama masa anak-anak, remaja, usia pertengahan dan usia mereka saat itu. Setelah meninggal otak mereka diperiksa bukti tanda-tanda demensianya. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa orang yang aktif membaca memiliki penurunan memori yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang kurang minat membaca.

Orang yang rajin membaca akan memiliki konsentrasi dan fokus yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang kurang membaca. Kemampuan ini dapat membantu untuk memiliki perhatian penuh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaat dari membaca adalah meningkatkan konsentrasi. Membaca buku menuntut waktu dan konsistensi kita dalam menyelesaikannya.

Menurut Profesor John Stein, salah satu peneliti, membaca ternyata bukan sekadar suatu aktivitas pasif dalam mengikuti plot, melainkan suatu kerja keras dalam berimajinasi. Beda dengan aktivitas menonton tv atau main game, membaca membuat kita menggunakan otak kita. Semakin banyak yang kita baca, kita jadi semakin tahu dan banyak ide. Karenanya dengan membaca kita bisa menghasilkan karya.

Membaca dapat meningkatkan memori hingga kita tidak cepat pikun. Membaca membantu kita meregangkan “otot” memori dengan cara yang menyenangkan. Membaca memerlukan ingatan terhadap detail, fakta, dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita. Dan, dengan membaca kita juga mendapatkan kosakata atau istilah baru yang belum kita jumpai. Membaca bisa meningkatkan kreativitas dan menambah pengetahuan. Buku merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Membaca adalah kuncinya.

 

 

 

 

 

 

Novel Bumi Cinta Terbit di Republika

Februari 18, 2019

Buku: Guru yang Tak Mengenal Waktu

Februari 18, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Membaca dan Memori Otak

Membaca dan Memori Otak

Orang yang gemar membaca lebih kecil kemungkinannya terkena kepikunan. Aktivitas membaca menjaga penurunan memori otak.

 

Para peneliti dari Rush University Medical Centre, Chicago, Amerika Serikat mencoba melakukan pengamatan terhadap 294 orang yang berusia di atas 55 tahun. Mereka kemudian diberikan tes kognitif setiap 6 tahun hingga mereka meninggal pada usia rata-rata  89. Mereka juga diberikan kuesioner untuk mengetahui kegiatan mereka dalam membaca, menulis, dan aktivitas lainnya yang merangsang memori selama masa anak-anak, remaja, usia pertengahan dan usia mereka saat itu. Setelah meninggal otak mereka diperiksa bukti tanda-tanda demensianya. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa orang yang aktif membaca memiliki penurunan memori yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang kurang minat membaca.

Orang yang rajin membaca akan memiliki konsentrasi dan fokus yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang kurang membaca. Kemampuan ini dapat membantu untuk memiliki perhatian penuh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaat dari membaca adalah meningkatkan konsentrasi. Membaca buku menuntut waktu dan konsistensi kita dalam menyelesaikannya.

Menurut Profesor John Stein, salah satu peneliti, membaca ternyata bukan sekadar suatu aktivitas pasif dalam mengikuti plot, melainkan suatu kerja keras dalam berimajinasi. Beda dengan aktivitas menonton tv atau main game, membaca membuat kita menggunakan otak kita. Semakin banyak yang kita baca, kita jadi semakin tahu dan banyak ide. Karenanya dengan membaca kita bisa menghasilkan karya.

Membaca dapat meningkatkan memori hingga kita tidak cepat pikun. Membaca membantu kita meregangkan “otot” memori dengan cara yang menyenangkan. Membaca memerlukan ingatan terhadap detail, fakta, dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita. Dan, dengan membaca kita juga mendapatkan kosakata atau istilah baru yang belum kita jumpai. Membaca bisa meningkatkan kreativitas dan menambah pengetahuan. Buku merupakan gudangnya ilmu pengetahuan. Membaca adalah kuncinya.

 

 

 

 

 

 

Novel Bumi Cinta Terbit di Republika

Februari 18, 2019

Buku: Guru yang Tak Mengenal Waktu

Februari 18, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *