Buku Murah; Menyoal “Malnutrisi Buku”

Buku Murah; Menyoal “Malnutrisi Buku”

Bank Dunia menyebutkan bahwa keterampilan dan minat baca pelajar tingkat dasar di Indonesia paling terbelakang di antara negara-negara Asia yang lain. Sementara UNESCO mengatakan kawasan ASEAN merupakan kawasan yang memiliki minat baca paling rendah sedunia. Di mana sebagian besarnya ditemukan di Indonesia, yakni dari sekitar 1.000 penduduk hanya 1 orang yang memiliki minat membaca buku yang tinggi. Sementara temuan UNDP (2008/2009) menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia.

Banyak faktor yang menyebabkan bangsa besar ini mengalami —meminjam istilah seorang kritikus sastra— “malnutrisi buku,” di antaranya: daya beli masyarakat terhadap buku yang rendah, guru dan tenaga pengajar yang ‘malas’ membaca, penyaluran buku yang tidak merata, pengelola perpustakaan yang tak ramah baca, kurangnya  motivasi orangtua pada anak untuk gemar membaca, hingga pandangan miring kepada pecinta buku yang sering dijuluki ‘kutu’.

Persoalan “malnutrisi buku” ini merupakan persoalan kita bersama. Karenanya, bersama-sama pula kita harus terus berikhtiar agar bangsa ini menjadi bangsa yang gemar membaca. Walau persoalannya seperti pembahasan atas pertanyaan mana yang lebih dahulu telur atau ayam? Akan tetapi, pada intinya pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, perusahaan-perusahaan, penerbit, toko buku, dan lain sebagainya harus bersinergi menciptakan suasana, kultur, lingkungan, yang mengondisikan masyarakat mau dan mampu membaca buku. Kedua hal inilah; kemauan dan kemampuan, masyarakat dalam membaca buku perlu terus dibangun.

Salah satunya melalui penyelenggaraan bazaar buku murah di tengah-tengah masyarakat atau komunitas, misalnya: sekolah, masjid, taman bacaan, dan yang lainnya. Dengan demikian, faktor daya beli yang menjadi salah satu faktor penyebab bangsa ini mengalami “malnutrisi buku”, bisa mendapatkan jalan keluarnya.Salah satu penerbit yang sering melakukan bazaar buku murah adalah Republika Penerbit. Tidak hanya offline (melakukan bazaar di spot-spot tertentu) saja, penerbit buku-buku bermutu dan best seller ini menjual buku murahsecara online. Ingin membeli buku murah? Silahkan kunjungi situs Buku Republika.

Buya Hamka - Di Mata Orang Terdekatnya

Februari 18, 2019

Kisah-Kisah Sufi – Sejarah Singkat Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari

Februari 18, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buku Murah; Menyoal “Malnutrisi Buku”

Buku Murah; Menyoal “Malnutrisi Buku”

Bank Dunia menyebutkan bahwa keterampilan dan minat baca pelajar tingkat dasar di Indonesia paling terbelakang di antara negara-negara Asia yang lain. Sementara UNESCO mengatakan kawasan ASEAN merupakan kawasan yang memiliki minat baca paling rendah sedunia. Di mana sebagian besarnya ditemukan di Indonesia, yakni dari sekitar 1.000 penduduk hanya 1 orang yang memiliki minat membaca buku yang tinggi. Sementara temuan UNDP (2008/2009) menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia.

Banyak faktor yang menyebabkan bangsa besar ini mengalami —meminjam istilah seorang kritikus sastra— “malnutrisi buku,” di antaranya: daya beli masyarakat terhadap buku yang rendah, guru dan tenaga pengajar yang ‘malas’ membaca, penyaluran buku yang tidak merata, pengelola perpustakaan yang tak ramah baca, kurangnya  motivasi orangtua pada anak untuk gemar membaca, hingga pandangan miring kepada pecinta buku yang sering dijuluki ‘kutu’.

Persoalan “malnutrisi buku” ini merupakan persoalan kita bersama. Karenanya, bersama-sama pula kita harus terus berikhtiar agar bangsa ini menjadi bangsa yang gemar membaca. Walau persoalannya seperti pembahasan atas pertanyaan mana yang lebih dahulu telur atau ayam? Akan tetapi, pada intinya pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, perusahaan-perusahaan, penerbit, toko buku, dan lain sebagainya harus bersinergi menciptakan suasana, kultur, lingkungan, yang mengondisikan masyarakat mau dan mampu membaca buku. Kedua hal inilah; kemauan dan kemampuan, masyarakat dalam membaca buku perlu terus dibangun.

Salah satunya melalui penyelenggaraan bazaar buku murah di tengah-tengah masyarakat atau komunitas, misalnya: sekolah, masjid, taman bacaan, dan yang lainnya. Dengan demikian, faktor daya beli yang menjadi salah satu faktor penyebab bangsa ini mengalami “malnutrisi buku”, bisa mendapatkan jalan keluarnya.Salah satu penerbit yang sering melakukan bazaar buku murah adalah Republika Penerbit. Tidak hanya offline (melakukan bazaar di spot-spot tertentu) saja, penerbit buku-buku bermutu dan best seller ini menjual buku murahsecara online. Ingin membeli buku murah? Silahkan kunjungi situs Buku Republika.

Buya Hamka - Di Mata Orang Terdekatnya

Februari 18, 2019

Kisah-Kisah Sufi – Sejarah Singkat Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari

Februari 18, 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *