Resensi Novel The Wizard of Once

Resensi Novel The Wizard of Once

Anak-anak punya ‘magic’ masing-masing. Setidaknya, ungkapan itulah yang bisa dipetik dari buku yang ditulis oleh Cressida Cowell yang sebelumnya telah tenar melalui cerita How to Train Your Dragon ini. The Wizards of Once menceritakan tentang kaum kesatria dan kaum penyihir yang saling bermusuhan. Saking sibuknya bermusuhan dan saling perang, tak ada satupun dari mereka yang menyadari bahwa kekuatan jahat yang selama ini sudah hilang muncul kembali.

Adalah Xar, bocah laki-laki dari suku penyihir namun tak memiliki kekuatan sihir yang menjadi salah seorang yang pertama kali menyadari kekuatan jahat itu kembali. Bersama Wish, bocah perempuan dari suku kesatria dan seorang pengawalnya, mereka bertiga secara tak sengaja menemukan kekuatan itu.
Tapi, apa yang bisa mereka lakukan? Mereka hanya bocah 13 tahun yang tak memiliki kekuatan apapun untuk melawannya. Satu-satunya benda yang bisa diandalkan adalah pedang ‘besi’ milik Wish. Hanya saja, mereka juga tak tahu bagaimana memakainya.

Cerita dimulai ketika Xar masuk ke hutan kawasan kesatria untuk mencari penyihir hitam, si pemilik kekuatan jahat. Tujuannya adalah agar ia bisa memiliki kekuatan sihir seperti orang lain yang ada di sukunya. Di sisi lain, Wish terpaksa masuk ke hutan karena peliharaan kesayangannya kabur ke sana. Mereka berdua bertemu. Hampir saja saling membunuh sebelum mereka mendapat kabar kalau pengawal kerajaan kesatria mendekat.

Agar tak tertangkap, mereka semua pergi ke kamp penyihir dan Wish menjadi tahanan. Sayangnya, tak semua bisa dibawa. Beberapa pengawal Xar tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara untuk dimusnahkan kekuatan sihirnya. Demi menyelamatkan rekannya, Xar akhirnya bekerja sama dengan Wish. Mereka masuk ke kerajaan kesatria dan ke penjara. Satu hal yang tak terduga terjadi di sana. Mereka memang berhasil menemukan rekan Xar yang tertangkap, namun mereka juga menemukan sumber kekuatan jahat yang sedang bersiap terlahir kembali.

Permusuhan tiada akhir membuat buta semua orang. Sampai-sampai, mereka tak pernah menyadari ada orang lain yang berniat jahat dengan memanfaatkan keadaan. Namun, setidaknya kehadiran beberapa orang yang berpikir netral dan berbeda bisa jadi penyelamat. Di cerita ini, kehadiran Wish dan Xar serta kerjasama yang tercipta secara tak sengaja jadi penyeimbang keadaan yang telah hancur selama ratusan tahun. Dengan kerjasama, mereka berhasil menghalau kekuatan jahat untuk sementara waktu.
Satu hal lagi yang lebih penting. Orang tua mereka sudah bisa sedikit menerima keadaan. Setidaknya, mereka sudah sadar bahwa bahaya sedang mengintai dan mereka bisa menerima hal yang berbeda di sekitarnya.

Cressida Cowell selalu hadir dengan cerita yang menarik. Setelah sukses dengan How to Train Your Dragon, ia kembali hadir dengan cerita yang tak kalah menarik. Disajikan dengan gaya bahasa yang ringan dan ringkas, membuat novel ini pantas untuk segmen pembaca berbagai usia.

Radar Sampit, Aulia Maysaroh

Resensi Buku Sehat dengan Wudhu

April 22, 2020

Pemerintah Didesak Perhatikan Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Perbukuan

April 22, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *