Resensi Buku My Trip My Ibadah

Resensi Buku My Trip My Ibadah

Traveling dapat diartikan sebuah perjalanan ke suatu tempat-tempat wisata. Biasanya untuk tujuan berlibur, mengusir penat atau refreshing. Traveling di era sekarang telah menjadi suatu hal yang digemari banyak orang, khususnya kalangan anak muda. Terlebih saat ini di berbagi daerah di Indonesia sedang musim munculnya wisata dadakan. Baik wisata yang berupa alam pegunungan, hutan, pantai, hingga taman bunga.

Traveling dapat disebut juga dengan kegiatan nge-trip. Dalam buku ini penulis mendefinisikan trip sebagai sebuah perjalanan dengan tujuan tertentu. Dalam kaca mata syariat Islam, traveling dapat bernilai sebagai ibadah yang mendatangkan pahala. Alasannya, karena traveling dapat dijadikan sebagai sarana bertafakur, merenungi alam ciptaan Tuhan yang begitu indah. Misalnya, ketika kita pergi ke pantai, kita dapat menyaksikan betapa Allah Swt. begitu hebat mampu menciptakan hamparan laut yang begitu luas dengan airnya yang terasa asin. Dengan merenungi ciptaan-Nya, biasanya akan muncul rasa syukur di hati. Dalam Islam dijelaskan bahwa barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan kepadanya.

Ada sebuah ungkapan menarik dari Diwan Syafi’i yang dapat dijadikan sebagai renungan, “Berkelanalah dari kampung halaman dalam mencari ketinggian. Bepergianlah, di dalam bepergian terdapat 5 faedah, yakni menghilangkan kegelisahan, memperoleh penghasilan, mendapat ilmu, adab, dan teman yang baik” (hal 12).

Jika direnungi, traveling itu memiliki kesamaan dengan tobat. Keduanya sama-sama sebuah perjalanan. Jika traveling merupakan perjalanan untuk menemukan rasa syukur dan mengambil pelajaran hidup atas penciptaan Allah Swt., sementara tobat adalah perjalanan kembali menuju jalan yang diridhai Allah Swt. setelah lama tersesat dalam kekufuran (hal 56).

Melalui buku yang dilengkapi dengan landasan keterangan hadist nabi dan ayat Alquran ini, penulis mengajak pembaca agar berusaha menjadikan kegiatan ngetrip atau traveling sebagai sebuah aktivitas yang tak sekadar menghibur dan menyenangkan, tetapi juga menjadi ladang ibadah yang mendatangkan pahala.

Sam Edy Yuswanto, penulis lepas mukim di Kebumen.

Kang Abik: Generasi Muda Harus Menulis Secara Istiqamah

April 22, 2020

Resensi Buku Sehat dengan Wudhu

April 22, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *