Resensi buku Khadijah (Keabadian Cinta yang Sesungguhnya)

Resensi buku Khadijah (Keabadian Cinta yang Sesungguhnya)

Buku karya Abdul Mun’in Muhammad Umar ini merupakan sekumpulan pembahasan tentang ummul mu’minin Khadijah yang disaring dari sekian banyak literatur. Selain itu juga terdapat pembahasan perjalanan dakwah Muhammad yang dimulai dari risalah kenabian hingga akhir perjuangan mulia.
Khadijah adalah seorang pedagang sukses yang kemudian memilih Muhammad sebagai partner dalam menangani banyak urusan lantaran kejujurannya. Kepribadian positif Muhammad membuat Khadijah membuka pintu hatinya. Padahal sebenarnya juga banyak para pemuda bangsawan yang ingin meminangnya.
Ikatan pernikahan menjadi perjalanan panjang Khadijah dalam mengabdikan diri sebagai istri Muhammad. Khadijah sebagai wanita mulia di sisi Muhammad, selalu meninggalkan kesan mendalam.

Hikmah dari keistimewaan seorang Khadijah
1. Cinta yang terjaga
Khadijah mengutus seorang wanita yang ia yakini kemampuan dan loyalitasnya untuk secara diam-diam melakukan pendekatan awal kepada Muhammad (hal 11). Dengan meminang Muhammad, Khadijah sebetulnya sedang menciptakan sebuah tradisi yang memihak dan menghormati wanita dalam mengatur urusan-urusannya sendiri, begitupun dalam memilih lelaki sebagai pendamping hidupnya.
2. Saling berbagi dan menerima
Khadijah merupakan keturunan dari seorang bangsawan. Meski kehidupan dipenuhi dengan kekayaan berlimpah, tidak membuat Khadijah menjadi istri yang sewenang-wenang terhadap suaminya. Ia curahkan segalanya untuk kepentingan dakwah Rasulullah.
3. Kesabaran dalam penantian
Tahun kedua pernikahan Khadijah dan Muhammad sudah berlalu. Khadijah mulai merasa gundah karena belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Ia sempat berfikir bahwa di usia yang telah melewati 40 tahun akan menjadi mandul. Hanya keyakinan pada rahmat Allah-lah yang membuatnya sabar dan bertahan. Ia selalu berdoa, memohon agar Allah mengabulkan harapannya. Beberapa bulan dari tahun ketiga pernikahannya, tanda-tanda kehamilan Khadijah mulai dirasakan (hal 22).
4. Saling bekerja sama
Muhammad mencurahkan perhatiannya untuk mengurus perdagangan dan mencari nafkah. Beliau senantiasa menyambung tali silaturahmi serta membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Khadijah sibuk menangani urusan rumah tangga, mencurahkan segenap kasih sayangnya untuk suami dan anak-anaknya (hal 25).
5. Istri yang menenangkan
Dalam setiap kesulitan, Khadijah adalah orang pertama yang berada di sisi Rasulullah. Ia selalu meyakinkan beliau bahwa Allah tidak akan pernah mengabaikan orang sebaik beliau. Khadijah senantiasa mencurahkan cintanya yang paling tulus, cinta yang memberikan ketenangan kepada Rasulullah. Membuat beliau melupakan kesulitan serta rasa lelah dalam perjuangan menyebarkan agama Islam (hal 91).
6. Khadijah sebagai seorang Ibu
Sebagai seorang ibu, Khadijah tak lepas dari urusan rumah tangga, khususnya dalam mendidik anak-anaknya. Kesibukan itu menyita seluruh waktu Khadijah. Sehingga rumah tangganya begitu hidup dan ceria. Selain sebagai istri, kasih sayang Khadijah kepada Rasulullah juga sama seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, atau kasih sayang seorang saudari yang tulus kepada adiknya (hal 123).
Hikmah lain yang bisa diambil dari buku ini adalah sosok Muhammad. Beliau selain terkenal dengan al-amin, juga sosok yang lemah-lembut di dalam rumah tangganya, menyayangi istri dan keluarganya sepenuh hati. Selain itu, juga terdapat sepenggal kisah putra-putri Khadijah dan Muhammad yang memiliki daya pikat tersendiri dalam memberikan hikmah kehidupan.
Meskipun dalam buku seri kesatu ini lebih banyak mengisahkan dakwah Muhammad, kita tetap bisa mengenal karakter Khadijah secara penuh. Karena di balik setiap perjalanan hidup Muhammad, tidak lepas dari pengaruh Khadijah sebagai kekuatan dalam menebarkan dakwahnya.
Buku ini menawarkan banyak kebaikan yang menguatkan iman. Juga sebagai energi positif menumbuhkan cinta dalam keluarga yang terjaga, hingga tertular pada anak dan keturunannya. Berbalut sampul manis berwarna merah muda, memberi ketertarikan tersendiri untuk menambah referensi bacaan yang bergizi. (*)

Kabar Madura, Tri Jazilatul Khasanah, Mahasiswi Universitas Negeri Malang

Aisyah, dari Lagu lanjut ke Buku

April 8, 2020

Resensi Novel Mecca I'm Coming (Gelar Haji dan Persaingan Cinta)

April 8, 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *