THE BOY WHO GAVE HIS HEART AWAY

Obral!
()

Rp77,000.00 Rp61,600.00


Back Cover
Kota Asal Pengiriman : Kota Jakarta Selatan
SKU: 978-602-9474-14-5 Kategori:

Description

Marc adalah pesepak bola berusia 15 tahun yang tinggal di Skotlandia. Terpisah jarak beberapa ratus mildari Marc, tinggallah Martin di Inggris. Ia seorang pemuda 16 tahun yang mulai menyusun rencanauntuk masa depannya. Keduanya tiba-tiba jatuh sakit pada kisaran waktu yang sama.
Kendatipun kehidupan keduanya tak pernah bersinggungan, namun takdir mengikat mereka dengancara yang tak terbayangkan. Salah satu dari kedua pemuda ini ditakdirkan untuk mengembuskan napasterakhirnya sehingga nyawa pemuda lain dapat terselamatkan.

Sementara itu, keluarga pendonor dan keluarga penerima donor umumnya tidak dibiarkan berinteraksisecara langsung. Namun, apa jadinya jika ibu dari kedua pemuda itu dipertemukan? Seperti apakahkehidupan pemuda yang mendapatkan jantung yang baru? Dan seperti apa sosok sang pemuda yang
dianggap pahlawan—pemuda yang mendonorkan jantungnya?

Book Details

Weight 279 g
Dimensions 13.5 × 20.5 cm
Halaman

328

Tahun Terbit

2018

Author

Cole Moreton

Reviews

2 reviews for THE BOY WHO GAVE HIS HEART AWAY

  1. Cindy Puspita

    Buku ini menceritakan tentang dua anak laki-laki yang tidak saling mengenal, tempat tinggal yang jaraknya sangat berjauhan, serta tidak memiliki hubungan apapun. Tetapi dalam waktu sekejap, keduanya jatuh sakit, kemudian salah satu di antara mereka ada yang memiliki kesempatan untuk selamat, sementara yang satunya tidak. Harus ada yang menjadi pendonor dan penerima donor. Itulah takdir hidup mereka.
    .
    Membaca buku ini tentunya di liputi oleh rasa sedih dan terharu dengan orang-orang disekitar dua pemuda ini. Tidak hanya si anak yang berjuang, tetapi orang tua mereka pun harus kuat dan yakin, begitupun para dokter dan perawat.
    .
    Iya… Ini kisah tentang transplantasi jantung. Cukup mendetail pembahasannya. Sehingga saya pun bisa mempunyai gambaran bagaimana proses pemindahan organ tersebut.
    .
    Disamping itu, di bahas pula mengenai dilema menerima organ orang lain. Ditampilkan dalam dua sisi cerita. Dari keluarga pendonor dan dari penerima donor.

  2. Alfath

    Selama membaca buku ini, saya perlu menguatkan diri agar tidak terisak-isak merasakan betapa rumitnya prosedur penyelamatan nyawa beberapa remaja yang berada di ujung tanduk. Saya ikut merasa betapa susahnya orangtua harus bertindak tegas berkata ‘ya’ atau ‘tidak’ atas prosedur yang akan ditempuh dokter selanjutnya. Lebih-lebih pada prosedur yang memiliki kemungkinan keberhasilan sangat kecil.

    Selesai membaca buku ini, saya tentu mempertanyakan bagaimana Islam menyikapi donor organ. Saya menemukan satu artikel* yang membantu saya memahami bagaimana sebaiknya memandang donor organ. Seperti halnya mendonorkan darah, tidak semua orang bisa memberikan darahnya. Begitu juga dengan donor organ, ada syarat dan ketentuan berlaku.

    Secara keseluruhan, menurut saya buku ini menarik. Saya bisa mengetahui bagaimana kondisi seseorang yang boleh memberikan organ dan kondisi penerima organ sampai akhir hayatnya. Kemudian, saya juga menjadi tahu proses transplantasi, kisaran waktu, dan prosedur yang perlu dilakukan agar organ tidak rusak sebelum berada dalam tubuh para penerimanya. Yang lebih penting, saya menjadi sadar bahwa kesehatan diri turut mempengaruhi kebahagiaan keluarga saya.

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *