SI ANAK CAHAYA

Obral!
()

Rp83,000.00 Rp66,400.00


Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Kota Asal Pengiriman : Kota Jakarta Selatan

Stok 5

SKU: 978-602-5734-54-0 Kategori:

Description

โ€œNama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan.”

***

Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menakjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian yang membuatnya resmi dipanggil si anak cahaya?

Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Book Details

Weight 359 g
Dimensions 13.5 × 20.5 cm
Halaman

421

Tahun Terbit

2018

Author

Tere Liye

Publisher

Buku Republika

Reviews

8 reviews for SI ANAK CAHAYA

  1. Mira

    Saya sangat suka dengan buku ini. Memang benar dari puluhan serial karya Tere Liye, inilah mahkotanya. Membaca serial anak-anak mamak rasanya tak lengkap jika belum membaca Si Anak Cahaya karena di buku ini diceritakan kisah mamak itu sendiri di masa kecilnya. Buku ini benar-benar menginspirasi saya dengan kegigihan seorang mamak sebagai anak sulung yang tidak hanya pemberani tetapi juga bertanggung jawab. Istilah jawanya itu ‘Temuwo’. Selain itu, buku ini juga penuh dengan motivasi, nilai moral, nilai religi, nilai budaya, dan masih banyak nilai yang lainnya. Tidak hanya itu, membaca buku ini sekaligus dapat mengetahui sejarah bangsa Indonesia di zaman mempertahankan kemerdekaan dimana partai komunis melakukan pemberontakan. Mamak lah orang yang dapat bertahan di zaman itu hingga di kemudian hari menikah dengan bapak dan melahirkan anak-anaknya yang luar biasa. Di sini lah saya memahami bahwa seorang ibu yang baik akan melahirkan generasi yang baik juga. Seorang ibu yang luar jiasa akan melahirkan generasi yang luar biasa pula. Terima kasih Republika yang telag menerbitkan Si Anak Cahaya.

  2. Alfin

    Tere Liye sering membubuhkan sejarah dalam novelnya. Salah satunya novel Si Anak Cahaya ini. Novel pertama dari Serial Anak Nusantara yang saya baca, setelah sampai di bab terakhir, saya benar-benar kagum dengan tokoh Nurmas. Entah apakah benar-benar ada tokoh yang seperti itu dalam kehidupan nyata atau tidak. Tetapi sekali lagi, this is the crown of the Anak Nusantara Novel Series from Tere Liye. Recommended ๐Ÿ˜‹

  3. RIZKI KARTIKA SARI

    SI ANAK CAHAYA ,,, novel mahkota dari serial anak2 nusantara .
    Kenapa disebut mahkota karena dalam novel ini dikisahkan tentang perjalanan hidup dari mamak yg kelak anak2nya akan jadi cikal bakal tokoh2 hebat di dalam serial nusantara ๐Ÿ™‚

    Seperti serial anak2 nusantara , dalam novel ini tentunya menggambarkan keindahan alam pedalaman sumatera , nilai budaya , dan tentunya sejarah sebelum masa kemerdekaan Indonesia .
    Dan tentunya novel ini sarat dengan nilai moral dan spiritualitas yg patut ditiru .

    Intinya bagi yg sudah membaca Serial Anak Nusantara belumlah lengkap klo belum membaca Si Anak Cahaya

    very recommended^^

  4. Cindy Puspita

    Membaca Si Anak Cahaya akan mengantarkan kita kembali ke ingatan masa-masa ketika kecil, khususnya diti saya sendiri. Semisal ketika Nurmas dan teman-temannya bermain, bertengkar, lalu kembali berbaikan, mandi di sungai, dan petualangan-petualangan seru ala anak kampung lainnya.
    .
    Di tengah suasana negeri yang sedang di landa pandemi dan begitu banyak modus demi kepentingan pribadi, maka buku ini hadir dengan jalan cerita yang sederhana tapi syarat makna.
    .
    Di tengah gempuran penggunaan gadget yang sangat sulit untuk dibatasi, buku ini hadir untuk mengajak pembaca agar mengajarkan kepada anaknya untuk menikmati masa kecilnya bersama teman-temannya melalui interaksi langsung.
    .
    Saya juga suka sekali dengan interaksi yang di tampilkan antar anggota keluarga Nurmas saat makan malam. Bapak, Mamak, Unus dan Nurmas selalu saling berbagi cerita mengenai kegiatan masing-masing di hari tersebut. Terlihat sederhana memang, namun kegiatan seperti ini justru sangat bagus. Bisa di jadikan salah satu kontrol kelurga terhadap anak-anaknya.

  5. Zahra Athira Faiha

    Bismillahirrahmanirrahim…
    Setelah saya membaca buku ini sampai habis, saya merasa tersentuh sekali. Kisah Mamak dari keempat anak istimewa ( Eliana, Pukat, Burlian, Amelia ).
    Kisah Nurmas, Si Anak Cahaya yang luar biasa. Saya merasa deg-degan saat membaca cerita terakhir. Itu membuktikan bahwa perjalanan membuahkan hasil. Nurmas bersama adiknya, Unus yang masih kecil sekali, melakukan perjalanan ke kota kabupaten sepanjang lima belas pal hanya demi mendapatkan bantuan dari markas tentara karena ancaman dari Dulikas, teman lama Bapak yang sekarang ingin membalas dendam kepada Yahid, Bapaknya Nurmas. Dalam perjalanan itu, Nurmas dihadang banyak cobaan. Mulai dari Datuk Sunyan menyuruh kembali ke kampung, Si Puyang menerkam Datuk Sunyan, Babi babi berenang di lumpur, Kaki Nurmas berdarah karena menginjak dahan yang runcing, dan dihadang oleh empat ekor anjing liar. Nurmas juga mendapat bantuan dari Kibo, kerbau milik Bang Topa. Setelah menempuh perjalanan dengan sisa sisa tenaga, Akhirnya Nurmas berhasil dibantu oleh orang kampung yang dulu ikut seleksi tentara dan lulus, yaitu Bang Jenderal dan Bang Sutarsyah. Setelah Nurmas bercerita, Letnan Harris Nasution menyuruh anak buahnya untuk membantu Kampung Nurmas. Saat sudah sampai, Dulikas sudah membakar banyak rumah penduduk. Saat itu anak buahnya Letnan Harris Nasution sudah dekat sekali, bersiap menembak. Akhirnya Dulikas tertembak tewas ditemukan darah mengucur deras dari tubuhnya.

    ” Lihatlah, Malam ini kau datang bermandikan cahaya, Nak. Hebat sekali. Sejatinya itulah arti namamu. Nurmas Si Anak Cahaya. Malam ini kau datang menyelamatkan seluruh kampung. ”
    -Mamak- Halaman 409.

    ” Jimat Mamak adalah rasa cintanya. Kau tahu, rasa cinta adalah perisai yang kuat. Segala omong kosong tidak ada artinya dengan perisai rasa cinta seseorang. Misalnya seorang ibu kepada anaknya. Dengan perisai itu, induk ayam bisa mengalahkan musang, induk domba bisa mengalahkan serigala. ” -Bapak- Halaman 149-150.

    “Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, Mas itu logam mulia yang sangat berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan, menyilaukan setiap mata musuh yang memandang, yang ingin mengganggu kedamaian di negeri ini. ” -Letnan Harris Nasution- Halaman 17.

    Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku
    ini adalah mahkotanya.

  6. Zahra Athira Faiha

    Bismillahirrahmanirrahim…
    Setelah saya membaca buku ini sampai habis, saya merasa tersentuh sekali. Kisah Mamak dari keempat anak istimewa ( Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia). Kisah Nurmas Si Anak Cahaya yang luar biasa. Saya merasa deg-degan sat membaca cerita terakhir. Nurmas bersama adiknya , Unus yang masih kecil sekali melakukan perjalanan ke kota kabupaten sepanjang lima belas pal hanya demi mendapatkan bantuan karena ancaman dari Dulikas, teman lama Bapak yang sekarang ingin membalas dendam kepada Yahid, Bapaknya Nurmas. Itu membuktikan bahwa perjuangan membuahkan hasil. Dalam perjalanan itu, Nurmas di hadang banyak cobaan. Mulai dari Datuk Sunyan menyuruh kembali ke kampung, Si Puyang menerkam Datuk Sunyan, Babi babi berenang di lumpur, Kaki Nurmas berdarah terinjak dahan yang runcing, dan di hadang empat ekor anjing liar. Nurmas juga mendapat bantuan dari Kibo, kerbau milik Bang Topa. Setelah sampai, Nurmas dibantu oleh orang kampung dulu yang ikut seleksi tentara dan lulus, yaitu Bang Jenderal dan Bang Sutarsyah. Setelah Nurmas bercerita, Letnan Harris Nasution menyuruh anak buahnya untuk membantu kampung Nurmas. Saat itu, Dulikas sudah membakar banyak rumah penduduk. Sat itu juga, anak buah Letnan Harris Nasution sudah dekat sekali, bersiap menembak. Akhirnya Dulikas tewas ditemukan darah mengucur deras dari tubuhnya.

    “Lihatlah, malam ini kau datang bermandikan cahaya, Nak. Hebat sekali. Sejatinya itulah arti namamu. Nurmas Si Anak Cahaya. Malam ini kau datang menyelamatkan seluruh kampung. ”
    -Mamak- Halaman 409.

    “Jimat Mamak adalah rasa cintanya. Kau tahu, rasa cinta itu adalah perisai yang kuat. Segala omong kosong tidak ada artinya dengan perisai cinta seseorang. Misalnya seorang ibu terhadap anaknya. Dengan perisai itu, induk ayam bisa mengalahkan musang, induk domba bisa mengalahkan serigala. ” -Bapak- Halaman 149-150.

    ” Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas itu logam mulia yang sangat berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan. Menyilaukan setiap mata musuh yang memandang, yang ingin mengganggu kedamaian di negeri ini. ” -Letnan Harris Nasution- Halaman 17.

    Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

  7. Zahra Athira Faiha

    Bismillahirrahmanirrahim…

    Kisah Si Anak Cahaya ini sangat menginspirasi. Apalagi kisah pada judul judul terakhir. Terharu sekali. Dari kisah perjuangan Nurmas.

    Nurmas bersama adiknya, Unus yang masih kecil sekali melakukan perjalanan ke kota kabupaten sepanjang lima belas pal hanya demi mendapatkan bantuan dari markas tentara karena ancaman dari Dulikas, teman lama Bapak yang sekarang ingin membalas dendam kepada Yahid, Bapaknya Nurmas. Itu memberi penjelasan bahwa perjuangan akan membuahkan hasil.

    Dalam perjalanan itu, Nurmas dihadang banyak cobaan. Seperti di hadang Datuk Sunyan untuk kembali ke kampung, Si Puyang menerkam Datuk Sunyan, Babi babi berenang di lumpur, Kaki Nurmas berdarah akibat terinjak dahan yang runcing, dan dihadang oleh empat ekor anjing liar.

    Setelah menempuh perjalanan melelahkan sekaligus menegangkan, akhirnya Nurmas berhasil mendapat bantuan dari orang kampung yang dulu ikut seleksi tentara dan lulus, yaitu Bang Jenderal dan Bang Sutarsyah. Setelah bercerita, Letnan Harris Nasution memerintah anak buahnya untuk kembali ke kampung Nurmas dengan segera.

    Saat itu Dulikas sudah membakar banyak rumah penduduk. Saat itu juga anak buah Letnan Harris Nasution sudah dekat sekali, bersiap menembak. Akhirnya, Dulikas tewas ditemukan darah mengucur deras dari tubuhnya.

    “Lihatlah, kau datang bermandikan cahaya, Nak. Hebat sekali. Sejatinya itulah arti namamu. Nurmas Si Anak Cahaya. Malam ini kau datang menyelamatkan seluruh kampung” -Mamak- Halaman 409.

    “Jimat Mamak adalah rasa cintanya. Kau tahu, rasa cinta itulah perisai yang kuat. Segala omong kosong tidak ada artinya dengan perisai cinta seseorang. Misalnya seorang ibu terhadap anaknya. Dengan perisai itu, induk ayam bisa mengalahkan musang, induk domba bisa mengalahkan serigala.” -Bapak- Halaman 149 dan 150.

    “Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, Mas itu logam mulia yang sangat berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan. Menyilaukan setiap mata musuh yang memandang, yang ingin mengganggu kedamaian di negeri ini.” -Letnan Harris Nasution- Halaman 17.

    Dari puluhan buku Tere Liye, serial huku ini adalah mahkotanya.

  8. reunihandayani

    vCerita ini terjadi saat Republik Indonesia masih belia, sekitar tahun 50 an. Wajar sih, karena ada suatu kalimat yang menggambarkan jika anak yang bersekolahan menggunakan sabak dan grup sebagai buku dan pena mereka. Buku ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis kampung, Nurmas bersama sahabat- sahabatnya.
    Di awal โ€“awal bab, saya mengetahui jika Nurmas ini cukup berbeda dengan teman- temannya di kampung. Nurmas menyukai tantangan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta memiliki keberanian yang kuat.
    Ada suatu ketika, masa lalu orang tua Nurmas menghantui keluarga serta seluruh warga kampung. Nurmas yang pada masa itu masih duduk di bangku SD, dengan penuh keberanian, pergi ke kota kabupaten yang jaraknya berpuluh kilometer. Jangan kira ini hanya perjalanan yang mudah. Di tengah perjalanan, ia harus menghadapi banyak masalah yang bisa membuat nyawanya hilang.
    Itulah yang membuatnya mendapat gelar Si Anak Cahaya. Dan dari puluhan buku Tere Liye, Si Anak Cahaya adalah mahkotanya. Masih ingat dengan serial Anak- anak Mamak? Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia? Wajar saja karena Nurmaslah yang mengajarkan hal- hal yang luar biasa kepada mereka.

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *