RUMAH TANPA JENDELA

Obral!
(1 ulasan pelanggan)

Rp57,000.00 Rp45,600.00


Back Cover

Ada satu mimpi Rara yang ingin sekali ia wujudkan. Sebuah mimpi sederhana, untuk memiliki jendela. Namun Rara tak tahu, keinginan sederhananya diam-diam membuat pusing orang-orang terdekatnya hingga gadis kecil itu harus membayar mahal agar mimpinya terwujud.

LIHAT VERSI E-BOOK

Kota Asal Pengiriman : Kota Jakarta Selatan

Description

Bukan besarnya rumah atau luas halaman dari balik pagar rendah yang memesona Rara, melainkan jajaran pot-pot cantik yang ditaruh di depan jendela-jendela besar rumah tersebut.

Belum pernah Rara melihat jendela sedemikian indah. Mulai hari itu, ia punya sesuatu untuk diimpikan. Bapak dan Ibu harus tahu.

***
Rara adalah gadis yang periang dan suka bermain. Ia dan teman-temannya suka bermain di pinggir-pinggir jalan saat istirahat mengamen, di bawah derasnya hujan, juga di pekuburan tengah kota Jakarta yang menjadi lingkungan tempat tinggalnya.  Sebagai gadis kecil, ia merasa tak kekurangan apa pun, apalagi orangtuanya tak pernah memarahinya seperti ibu-bapak teman-temannya.
Tapi ada satu mimpi Rara yang ingin sekali ia wujudkan. Sebuah mimpi sederhana, untuk memiliki jendela. Ia ingin sekali bisa tetap melihat hujan, dan tak harus menyalakan lampu ketika siang meski pintunya ditutup. Namun Rara tak tahu, keinginan sederhananya diam-diam membuat pusing orang-orang terdekatnya hingga gadis kecil itu harus membayar mahal agar mimpinya terwujud.

Book Details

Weight 195 g
Dimensions 13.5 × 20.5 cm
Halaman

221

Tahun Terbit

2017

Author

Asma Nadia

Publisher

Republika Penerbit

Reviews

1 review for RUMAH TANPA JENDELA

  1. fathiathia7

    Rumah tanpa jendela, sebuah novel kehidupan yang sangat menampar. Dari novel ini, banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dan praktekkan di kehidupan sehari-hari, salah satu contohnya ialah memperbanyak bersyukur.

    Saya sangat suka dengan penggambaran semua tokoh di novel ini. Semua karakternya kuat, jelas, dan tidak bertele-tele. Alur ceritanya pun simple dan mengalir, membuat emosi saya hanyut. Saya hampir menangis begitu membaca sekaligus memosisikan diri sebagai gadis kecil yang sangat antusias ingin memiliki jendela itu. Masalah yang menimpanya bertubi-tubi membuat saya terenyuh. Bagaimana kalau saya berada di posisinya? Apakah saya kuat? La yukalifullahu nafsan illa wus’aha…. Good job Bunda Asma Nadia, saya suka banget sama novel ini. Setelah membaca novel ini, saya langsung membuat ulasan di blog dan Instagram saya. Masya Allah tabarakallah, semoga Allah memberkahi Bunda keluasan ilmu dan kelapangan rezeki. Aamiin ya mujibassailin 🙏

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *