BUKU Muda Berdaya Karya Raya

Promo Spesial!
(7 customer reviews)

Rp68,000.00


Back Cover

Melalui buku ini, Fahd Pahdepie bercerita dan mengajak kita melihat betapa serunya melewati fase hidup yang menegangkan ini. Fahd mengajak kita membuktikan diri, bahwa kita: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!

 

LIHAT VERSI E-BOOK

Kota Asal Pengiriman : Kota Jakarta Selatan

Description

Konon, fase terberat dalam hidup adalah usia dua puluhan. Jika seseorang berhasil melewati fase ini dengan baik, hidup akan baik-baik saja hingga akhir. Jika gagal, segalanya menjadi lebih berat lagi di fase berikutnya.

Di usia 20-an dan awal 30-an, setiap orang mengalami krisis hebat. Tentang penemuan jati diri. Tentang menjadi cocok dengan lingkungan. Tentang menemukan kompas untuk melangkah ke masa depan. Sementara kita sibuk di antara dilema: bersenang-senang atau bekerja keras? Pacaran dulu atau menikah saja? Bekerja atau berwirausaha? Memanjakan diri atau berinvestasi? Lebih penting membahagiakan diri sendiri dulu atau orangtua dan keluarga?

Orang menyebut fase ini sebagai krisis perempat usia. Quarter life crisis. Buku ini tak memberimu cara menjalaninya. Sebab kamulah tuan bagi dirimu sendiri. Melalui buku ini, Fahd Pahdepie bercerita dan mengajak kita melihat betapa serunya melewati fase hidup yang menegangkan ini. Fahd mengajak kita membuktikan diri, bahwa kita: MUDA. BERDAYA. KARYA RAYA!

Book Details

Weight 400 g
Dimensions 13.5 × 20.5 cm
Halaman

442

Tahun Terbit

2018

Author

Fahd Pahdepie

Publisher

Republika Penerbit

Reviews

7 reviews for BUKU Muda Berdaya Karya Raya

  1. Muhammad Sapi’i

    Hari ini, barangkali hidupmu sulit, barangkali kamu sedang mengayuh sepeda tetapi terasa begitu berat karena hidup sedang membawamu di atas lintasan lumpur kerikil. Kadang, kamu merasa akan terjatuh, kadang ingin menyerah, tapi teruslah bergerak. Teruslah mengayuh! (hlm 78).
    .
    Ingat, kamulah pemimpin bagi dirimu, bagi keluarga, dan orang-orang di sekitarmu. Jangan pernah mengeluh, apalagi berkata “Aku menyerah, aku tidak sanggup” yakinlah, bahwa Tuhan sedang menyediakan jalan yang terbaik untukmu. Buku ini menjadi sebuah jurnal yang cocok untuk menemani perjuangan melewati krisis perempat usia, karena buku ini membuat kita sadar, bahwa sejatinya diri kitalah yang mempunyai cara luar biasa dalam melewati fase ini kalau kita mau berusaha mengaktifkan semangat muda di dalam diri kita. Sehingga, kita bisa membuktikan diri, bahwa kita: Muda. Berdaya. Karya Raya!

  2. Neni

    “Hidup ini adalah cerita. Dan setiap kita adalah pencerita, yang berlayar dengan kapal masing-masing”

    Salah satu kutipan yang saya sukai. Kemarin ketika lulus SMK saya sempat down karena tidak tahu harus melakukan apa. Merasa sangat rendah ketika melihat teman-teman yang melanjutkan pendidikan maupun yang sudah bekerja.
    Hingga saya memiliki buku muda berdaya karya raya ini, semua merubah pandangan saya. Kutipan di atas, sangat tepat.
    Ini hidup saya. Saya yang akan membuat cerita hebat saya sendiri. Tidak seperti mereka. Mungkin saja, mereka beruntung bisa berkuliah. Tapi saya merasa lebih beruntung, mendapat ilmu dari orang-orang yang berwirasausaha meski dengan pendidikan minim. Mungkin mereka beruntung bisa langsung bekerja. Tapi saya merasa lebih beruntung karena bisa membantu pekerjaan ibu saya di rumah.

    Buku ini sangat membantu merubah pola pikir saya. Apa-apa yang terlihat sangat baik dimata orang lain belum tentu baik bagi saya.
    Karena buku ini juga saya berani melewati zona nyaman saya untuk memulai hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah saya coba. Meskipun tidak mudah, tapi saya sangat menikmati kegiatan baru saya. Hingga membuat orang-orang yang awalnya mengejek berubah berbanding tebalik.

    Buku sangat bagus untuk semua orang terutama yang berada pada fase quarter life crisis.

  3. Fitrah

    Aku hampir memasuki usia 24 tahun. Namun, aku belum menemukan bagaimana langkah ke depannya. Telah aku coba membuat kerangka ke depannya. Tapi, kadang aku ubah lagi kerangkanya. Sehingga aku sendiri pusing dalam menjalani hidup ini.

    Ketika aku membaca Kata Pengantar buku ini, aku langsung menemukan istilah yang pas dengan apa yang aku rasakan. Yaitu, quarter crisis life atau krisis perempat usia. Artinya, periode ke’galau’an diri seputar finansial, karir dan hubungan.

    Aku baca hinga tamat. Aku menemukan bahwa setiap kita jangan sampai gagal melewati krisis ini. Barangsiapa yang gagal akan sulit hidup di fase selanjutnya. Selanjutnya, siapa yang dapat melewati fase ini dengan baik, dengan konsep dan mental yang matang, Ia akan menemukan kebahagiaan.

    Fahd Fahdepi dengan bukunya Muda, Berdaya, Kaya Raya ini mampu menyadarkan kita untuk berjuang lebih giat dan selalu sertakan Tuhan dalam setiap gerak langkah kita. Kalau sudah kaya, ‘jangan kaya sendirian’ (Subbab terakhir).

  4. Musfirah Rahman

    Hanya butuh satu buku untuk membuatmu jatuh cinta pada membaca, temukan buku itu dan mari jatuh cinta, untaian kata dari mbak Najwa Shihab yang membuat saya tergerak dan terinspirasi untuk mencari buku itu, buku itu saya temukan diantara ribuan buku lainnya yang terpampang di toko buku, warna covernya menarik dan judulnya provokatif, muda berdaya karya raya, terbetik dihati dan terlintas dipikiran bahwa buku ini yang saya butuh, buku yang sesuai dengan usia dan tantangan yang saya hadapi saat ini, isinya berbobot apalagi dipembahasan tentang quarter life crisis ditambah dengan asupan-asupan quotes yang berisi dari sang penulis betul-betul membuat saya jatuh cinta kepada sebuah buku untuk pertama kalinya, terimakasih bang Fahd dan terimakasih penerbit Republika yang telah menerbitkan karya yang luarbiasa ini.

  5. Muhammad Taufiq Hidayat

    keren banget buku muda berdaya karya raya ini, memotivasi dan menggugah kan banget bagi kawan kawan yg sedang merasa terasing dari dunia.
    Pas banget buat kalian yg sedang di masa masa quarter life crisis buat baca buku motivasi ini, rekomendasi pisan
    Kang Fahd, emang keren dalam meramu kata kata yg pas untuk di tulis di buku ini jadi tidak seperti menggurui, benar seperti apa yg dikatakan kang Fahd didalam bukunya muda berdaya karya raya.
    For your information, kang Fahd ini Kaka kelas aku di salah satu pesantren di Garut yaitu Darul Arqam Muhammadiyah. Kang Fahd angkatan 22, aku angkatan 38. Walopun terpaut 16 tahun dan, tetap saya merasakan aura kang Fahd yg positif sebagai Kaka kelas. Memang the best Kang Fahd dan karya nya yg satu ini; muda berdaya karya raya🔥

  6. Muhammad Taufiq Hidayat

    keren banget buku muda berdaya karya raya ini, memotivasi dan menggugah kan banget bagi kawan kawan yg sedang merasa terasing dari dunia.
    Pas banget buat kalian yg sedang di masa masa quarter life crisis buat baca buku motivasi ini, rekomendasi pisan
    Kang Fahd, emang keren dalam meramu kata kata yg pas untuk di tulis di buku ini jadi tidak seperti menggurui, benar seperti apa yg dikatakan kang Fahd didalam bukunya muda berdaya karya raya.
    For your information, kang Fahd ini Kaka kelas aku di salah satu pesantren di Garut yaitu Darul Arqam Muhammadiyah. Kang Fahd angkatan 22, aku angkatan 38. Walopun terpaut 16 tahun dan, tetap saya merasakan aura kang Fahd yg positif sebagai Kaka kelas. Memang the best Kang Fahd dan karya nya yg satu ini; muda berdaya karya raya🔥

  7. Lusi Yuselvi Annisa

    “Hidup ini dialirkan oleh serangkaian peristiwa kebetulan. Bisa saja sekarang kita rancang, misalnya, resolusi lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, lima belas tahun lagi. Sangat bisa. Namun, pada kenyataannya, kita mengalir, menghadapi peristiwa-peristiwa yang sering tak kita undang tetapi sekaligus tak bisa dielakkan. Dan setiap keputusan yang kita ambil, ditentukan oleh konteks. Pada akhirnya, bisa jadi gambaran besar hidup kita sudah diskenariokan, tapi action-nya dialirkan oleh peristiwa-peristiwa yang tidak selalu bisa kita duga sebelumnya.” (hal 37)

    Memasuki usia 24 tahun dan dihadapkan pada hal-hal yang acapkali tidak sesuai dengan perencanaan. Berkali-kali dipatahkan, berkali-kali dihantui rasa menyerah, berkali-kali disandera oleh jeruji pikiran negatif. Semua resolusi yang saya bangun mendadak buyar. Hingga akhirnya, kondisi demikian mengantarkan saya pada jurnal perjuangan karya Fahd Pahdepie. Melalui buku ini, penulis memberikan solusi yang realistis. Tentang bagaimana saya harus terus bergerak menatap masa depan, menggenggam tujuan, dan melakukan hal terbaik yang saya bisa. Lalu biarkan hasilnya mengalir mengikuti skenario terbaik dari-Nya.

    “Semua hal istimewa yang kita lihat dalam hidup ini, justru dibangun oleh mereka yang bekerja dalam senyap.” (hal 62)
    Buku ini sangat bagus untuk menemani langkah perjuanganmu yang sekilas tak mudah. Membaca buku ini, membuatmu merasa lebih lega karena kebanyakan orang di luar sana pernah berada di posisi serupa denganmu. Nasihat-nasihat dalam buku ini terasa sebagaimana nasihat seorang sahabat, yang tentunya tidak akan mengguruimu, malah menjadi support system untukmu.

    Selamat menemukan solusi dari ragam permasalahan yang menghiasi perjuangan perempat usiamu. Selamat berkenalan dengan Muda, Berdaya, Karya Raya ala Fahd Pahdepie. Ayo berjuang bersama dan jadi pribadi lebih berani.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *