KEMBARA RINDU

Obral!
()

Rp60,000.00 Rp48,000.00


Back Cover

Di dunia ini kita seperti orang bepergian, orang yang megembara. Dunia ini bukan tujuan kita. Tujuan kita adalah Allah. Kita harus memiliki rasa rindu yang mendalam kepada Allah.

LIHAT VERSI E-BOOK

Kota Asal Pengiriman : Kota Jakarta Selatan

Description

Setelah Diana pulas, keharuan Ridho meledak. Mata pemuda itu berkaca-kaca. Ia menyadari dirinya sedang ada di dalam kereta, duduk disamping putri bungsu Kyainya. Ia baru saja meninggalkan pesantren. Ia dalam perjalanan pulang. Inilah hidup, tidak ada yang tetap selamanya. Ia tidak mungkin terus tinggal dipesantren jadi santri sepanjang hayatnya. Matahari terus berputar pada garis edarnya. Bumi berputar pada porosnya. Siang dan malam datang pergi bergantian. Ia teringat nasehat Simbah Kyai Nawir dalam salah satu pengajiannya.

“Santri-santriku, dalam pengembaraan mengarungi kehidupan dunia ini jadilah kalian orang-orang yang penuh rindu. Orang-orang yang rindu pulang. Jadilah seperti orang mengembara dan sangat rindu untuk segera bertemu keluarganya. Orang yang didera rindu untuk segera pulang, itu berbeda dengan orang yang tidak merasa rindu, meskipun sama-sama bepergian. Orang yang didera rasa rindu, tidak akan membuang-buang waktunya dijalan, ia ingin cepat-cepat sampai rumahnya. Sebab, ia ingin bertemu dengan orang-orang yang dicintainya. Sebaliknya, orang yang tidak merasa rindu, mungkin dia mampir di satu tempat dan berlama-lama di situ, jadinya banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Di dunia ini kita seperti orang bepergian, orang yang megembara. Dunia ini bukan tujuan kita. Tujuan kita adalah Allah. Kita harus memiliki rasa rindu yang mendalam kepada Allah. Dan Allah akan membalas dengan kehangatan rindu dan ridha-Nya yang tiada bandingannya.”

Book Details

Weight 250 g
Dimensions 13.5 × 20.5 cm
Halaman

272

Tahun Terbit

2019

Author

Habiburrahman El-Shirazy

Publisher

Republika Penerbit

Reviews

30 reviews for KEMBARA RINDU

  1. AHSANUL KHAIR ASDAR

    Setiap Novel yang dituliskan oleh Kang Abik, memberikan motivasi dan hikmah tersendiri bagi diri saya pribadi. Setiap bait cerita seolah-olah membawa saya berada di dalam situasi yang diceritakan. Penggunaan bahasa yang sederhana menjadikan saya semakin jatuh hati pada karya-karya beliau. Terlebih lagi cerita dinovel ini sangat related dengan diri saya yang juga sedang merantau mencari rezeki untuk keluarga tercinta. Momen pulang ke kampung halaman menjadi momen yang selalu saya harapkan dapat berulang, melepas dan menumpahkan semua rasa rindu kepada Anak dan Istri tercinta. Karya ini menjadi semakin layak untuk dimiliki dan dibaca tentu saja berkat kualitas cetakan dari penerbit sekelas Republika Penerbit. Terima kasih Kang Abik atas setiap karya-karya mu yang sangat menginspirasi, terima kasih Republika Penerbit.

  2. Rafli Iqbal Taufiqi

    Buku Ini sangat bagus menggambarkan cerita seorang santri sebenarnya.

  3. Ayu Amirul M.

    Novel ini menceritakan kisah seorang santri yang keberadaanya jauh dari keluarga. Dimana rasa rindu yang amat dalam ia pendam karena pesan Sang Kakek agar tetap di pesantren sampai Sang Kyai menyuruhnya pulang. Perjuangannya justru baru dimulai saat ia telah kembali ke kampung halaman, perjuangan menghidupi keluarga, mengamalkan ilmu, cinta dan juga membawa keadilan bagi sepupunya. Novel ini sangat cocok dibaca oleh para remaja dan juga pelajar agar mereka tahu bagaimana kehidupan yang sebenarnya dan bagaimana membangun rasa cinta untuk kembali pada Sang Pencipta.

  4. ramdan abdul fattah (pemilik terverifikasi)

    Setiap orang memiliki rasa rindu yang begitu mendalam terhadap orang yang dicintai nya atau pun tempat yang pernah mengisi hari-hari nya apalagi kampung halaman tempat ia dilahirkan.

    Novel yang kaya akan pelajaran yang wajib di baca oleh pencinta novel karya kang abik ini. kenapa? karena disini diajarkan adab terhadap guru, diajarkan sabar dan kerja keras dalam berusaha, dan masih banyak lagi….

    tetapi novel ini sangat tipis menurut ukuran saya, sehingga butuh waktu 1 hari saja . tapi kalau masalah isi nya keren…

  5. septriyani25

    Kembara Rindu ini novel yang saya beli secara PO tahun lalu. Jadi dapat tanda tangannya Kang Abik & dapat merchandise dari Republika!
    Kembara Rindu ini merupakan Novel Dwilogi Pembangun Jiwa. Dalam setiap karyanya, Kang Abik tidak jauh-jauh memilih pesantren sebagai setting tempatnya. Inilah yang menjadi ciri khas Kang Abik dan membuat novel ini sangat menarik. Kita seakan-akan diajak menyelami kehidupan di pesantren. Kita diajak mengenal kehidupan para santri.

    Kang Abik selalu menyelipkan pesan-pesan sarat nasihat melalui karakter tokoh di dalam cerita. Sangat menyenangkan membaca kisah santri yang shalih yang bisa kita teladani dari di novel ini.

    Bagi yang suka novel-novel islami, buku ini sangat saya rekomendasikan!

  6. Nurul Hidayah

    Sesuai yg ada di cover buku. Benar² kisah penggugah jiwa. Di buku ini, kang abik memberikan nasihat tentang cara mendapatkan rizki, adab berhutang piutang, dan membahas harta warisan lewat perjalanan seorang santri yg diceritakan dengan sederhana namun tetap berkharisma, khas bahasa kang abik.

  7. guti.amedapazah

    Sangat mengesankan, karya kang abik selalu membuat saya jatuh hati, buku ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi cobaan , kerennnn , luar biasa💝

  8. Nabiilah

    Bismillahi walhamdulillah
    Saya sangat senang karena kembali dikejutkan dengan novel buah karya ustadz Habiburrahman el Shirazy (kang abik) yang satu ini. Buku terbitan Republika yang satu ini benar-benar menggugah selera para pecinta novel maupun sastrawan pada umumnya. Isinya yang berbobot membuat novel ini diminati banyak orang. Alurnya yang berbeda dan selalu membuat penasaran menjadikan buah tanya dan rasa penasaran bagi siapa saja yg membacanya. Kisah seorang santri yang begitu disusun dengan kata-kata yang apik menciptakan sebuah nuansa seakan akan cerita itu nyata adanya. Terima kasih Repubilka. Terima kasih ustadz Abik, saya tunggu karya-karya njenengan yang terbaru.

    #republika
    #kangabik
    #habiburrahmanelshirazy

  9. Alya nida t

    Buku “kembara rindu” buku yang memiliki background di Lampung. Membuat rasa penasaran saya tentang Lampung pun semakin bertambah besar,pasalnya saya belum pernah mengunjungi lampung. Isi cerita di dalam nya pun terasa benar benar real dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini mengajarkan betapa setia dan menghormati seorang guru. Buku ini sangat cocok dijadikan list buku bacaan. Harga nya pun cukup terjangkau dengan isi yang begitu menarik.

  10. Nita Alawiyah

    Bismillah…

    Rindu, pernahkah kau merasakan rindu yang mengembara di dalam jiwamu?

    Novel ini benar2 mengupas hakikat makna rindu yang sebenarnya.
    Berawal dari seorang santri bernama Ridho yang tawadhu dan begitu takdzim kepada kiyainya, ketika mengembara rindu untuk pulang ke kampung halamannya qodarullah sang kiyai memanggilnya dan mengijinkannya untuk pulang dan mengakhiri pengabdian di pesantren untuk kemudian mengabdi pada masyarakat, dan disanalah lika-liku kehidupan Ridho yang tidak mudah itu dimulai.
    Namun rindu yang ingin disampaikan bukan ini. Tapi rindu yang sebenarnya dalam kepulangan yang sesungguhnya. Kepulangan kepada Zat yang Maha Esa, yaitu kematian. Siapa yang selalu merindu kepulangan itu tak mungkin menyia nyiakan hidupnya di dunia, ia akan persiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk pulang, bekal berupa amal yang akan dipertanggungjawabkan.
    Berbeda dengan orang yang tak pernah merindu sama sekali, ia hanya akan bersantai tanpa menyiapkan bekal sedikitpun.
    Lagi lagi kang abik selalu berhasil menggungah jiwa pembacanya, termasuk saya yang begitu tergugah dengan novel ini, terbangun jiwa untuk selalu mempersiapkan bekal yang akan dihadapkan kepada Sang Pencipta ALLAH SWT.

  11. Iin Amrullah

    Buku pertama yang menjadi cemilan pembuka lembaran baru 2020 ini ludes terbaca dalam 2 hari. Novel pembangun jiwa ini menjadi santapan lezat di kala hujan seharian yang mengguyur kota Belimbing, 1 Januari 2020. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari novel ini. Ending dari novel dwilogi ini bikin haru sekaligus penasaran, seperti apakah kisah selanjutnya yang akan dihadapi Ridho, Syifa, Diana dan Lina? Kita tunggu saja edisi kedua dari novel tersebut.
    .
    . ********
    .
    . “Anak panah kalau tidak dilepas dari busurnya, tidak akan pernah sampai pada sasarannya. Demikian juga manusia, jika tidak berani merantau untuk mencari ilmu maka dia tidak akan meraih kegemilangannya. Kamu harus belajar, jauh, merantau, agar banyak pengalaman” (halaman 66) itulah sebait pesan kakeknya Ridho yang selalu diingatnya agar ia masuk ke pesantren.

    Aunur Ridho, begitu nama tokoh utama dalam novel ini. Ridho (santri asal Lampung Barat) ini bertahun-tahun menimba ilmu di Pesantren Darul Falah, Sidawangi, Cirebon dan mengabdikan diri sebagai khadim sekaligus orang kepercayaan Kyai Munawir (pemimpin pesantren tersebut). Oleh sang kakek, ia diamanahi untuk tidak pulang ke Way Meranti –kampung halamannya, sebelum pak Kyai sendiri yang menyuruhnya untuk kembali.

    Dalam novel ini, Kang Abik sangat khas dan piawai dalam menggoreskan ceritanya yang beralur maju-mundur. Dengan diksi yang renyah, dan dialog-dialog yang mudah dicerna membuat pembaca seakan-akan ikut merasakan berada dalam alur cerita tersebut. Selain bersetting tempat di pesantren dengan segala lika-liku yang dihadapi Ridho, juga menggambarkan dengan gamblang lengangnya ruas-ruas jalan; rimbunnya kebun kopi; dan suasana Way Meranti dengan rumah panggung khas Lampung Barat menjadi latar utama cerita.

    Yang tak kalah heroik lagi adalah kisah perjuangan yang harus dihadapi Syifa (adik sepupunya Ridho) yang harus banting tulang dengan menjual pisang goreng kesana kemari. Syifa (anak yatim piatu yg hanya lulus SMP dan tinggal bersama adiknya Lukman), terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarganya semenjak 2 neneknya sakit, dan kakeknya juga sakit. Singkat cerita, Ridho pulang kampung. Syifa pun jadi terbantukan. To be continued 🙂

  12. Elba

    4.8/5

    Sungguh pantas sekali novel Kang Abik ini disebut dengan novel pembangun jiwa. Melalui alur kisah yang disuguhkan tentang perjuangan adik (Syifa) dan kakak sepupunya (Ridho) yang menginspirasi dalam usaha mereka mengais rejeki-Nya dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Kedua yatim piatu tersebut, beberapa tahun ini, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah kakek Ridho jatuh sakit, terutama sosok Syifa selama kakaknya di Pesantren.

    Banyak sekali adegan diantara dua karakter iniyang menggugah hati. Salah satunya adalah ketika Ridho berkata pada Syifa.👇

    “Kita memang diuji dalam kondisi serba kurang. Dan kini ujian lebih dahsyat lagi. Ujian ini sebenarnya tidak hanya menguji kamu, tapi juga menguji aku. Aku memilih jualan gorengan asal barokah. Sekali lagi, kata-kataku ini bukan sabda yang harus diikuti. Kau merdeka menentukan  pilihan. Hidup ini memang pilihan. Yang jelas aku sudah berusaha menunaikan kewajibanku menjagamu sebagai kakak yang dituakan (pg. 199)”.

    Disini bisa dilihat perjuangan Ridho dalam mengarahkan Syifa yg bimbang akan adanya tawaran untuk menjadi penyanyi. Sungguh, sebagai wali Syifa saat ini, Ridho lebih rela jika suara adiknya digunakan untuk melantunkan kalam ilahi daripada menyanyi.

    Kemudian, apa keputusan yang diambil dan bgaimana nasib Syifa setelah itu?

    Kalian bisa temukan jawabannya di super recommended novel ini ♥️

    I guarantee you will say “Why I just read this kind of amazing book today?” after reading it.

    Efek Samping:
    Dapat mengoyak emosi para pembaca menjadi bongkahan rindu yang besar akan akhir takdir kedua pengembara rindu ini di buku kedua.

  13. Nailatur Rohmah

    4.8/5

    Sungguh pantas sekali novel Kang Abik ini disebut dengan novel pembangun jiwa. Melalui alur kisah yang disuguhkan tentang perjuangan adik (Syifa) dan kakak sepupunya (Ridho) yang menginspirasi dalam usaha mereka mengais rejeki-Nya dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Kedua yatim piatu tersebut, beberapa tahun ini, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah kakek Ridho jatuh sakit, terutama sosok Syifa selama kakaknya di Pesantren.

    Banyak sekali adegan diantara dua karakter iniyang menggugah hati. Salah satunya adalah ketika Ridho berkata pada Syifa.👇

    “Kita memang diuji dalam kondisi serba kurang. Dan kini ujian lebih dahsyat lagi. Ujian ini sebenarnya tidak hanya menguji kamu, tapi juga menguji aku. Aku memilih jualan gorengan asal barokah. Sekali lagi, kata-kataku ini bukan sabda yang harus diikuti. Kau merdeka menentukan  pilihan. Hidup ini memang pilihan. Yang jelas aku sudah berusaha menunaikan kewajibanku menjagamu sebagai kakak yang dituakan (pg. 199)”.

    Disini bisa dilihat perjuangan Ridho dalam mengarahkan Syifa yg bimbang akan adanya tawaran untuk menjadi penyanyi. Sungguh, sebagai wali Syifa saat ini, Ridho lebih rela jika suara adiknya digunakan untuk melantunkan kalam ilahi daripada menyanyi.

    Kemudian, apa keputusan yang diambil dan bgaimana nasib Syifa setelah itu?

    Kalian bisa temukan jawabannya di super recommended novel ini ♥️

    I guarantee you will say “Why I just read this kind of amazing book today?” after reading it.

    Efek Samping:
    Dapat mengoyak emosi para pembaca menjadi bongkahan rindu yang besar akan akhir takdir kedua pengembara rindu ini di buku kedua.

  14. Annisa Aimadhuddin

    Novel ini sangat cocok untuk generasi para santri zaman ini seperti saya .mengingat kemajuan zaman para pemudanya yg di sebut generasi milenial yg menyibukkan mereka dgn aktifitas masing2 individu saya takut mereka meremehkan keluarga yg ada di rumah di sekitar mereka, karena mereka telah fokus dng benda yg ada di genggaman mereka masing2 , setiap pulang pondok / liburan saya jg melihat dan mengalami banyak kawan2 saya fokus pada benda yg ada pada tangan mereka, seharus nya waktu liburan itu untuk meluapkan rindu pada orang2 yg lama tidak di jumpainya tapi mereka tidak mwnghiraukannya sama sekali dan dengan adanya buku KEMBARA RINDU sangat di pelukan pd generasi seperti saya😊sakian dari saya terima kasih.

  15. Adin.AZ

    Novel ini sangat cocok pada generasi seperti saya (anak pondok)banyak diantara teman2 saya yg terlalu sibuk dng benda yg ada pada genggamannya mereka lupa bahwa waktu liburan adalah waktu istimewa untuk meluapkan rasa rindu terkhusus keluarga dan orang2 di lingkungan mereka.perubahan zaman yg membuat mereka menjadi pemuda milenial yg menyimpang bukan memanfaatkan tehknologi dng sebijak-bijaknya,maka dari itu kehadiran buku ini sangat cocok memotivasi saya dan kawan2 saya agar kita lebih tau apa penting nya rasa rindu bagi mereka (keluarga)

  16. listyfaujiah

    Bismillahirrahmanirrahim…
    Novel Pembangun Jiwa karya Kang Abik selalu menjadi favorit. Salah satunya Kembara Rindu ini. Kisahnya sungguh menginspirasi dan penuh hikmah. Kang Abik yang seringkali mengangkat kisah seorang santri dan berlatar pesantren membuat saya jadi ingin menuntut ilmu di pesantren dan lebih mendalami ilmu agama. Bahasanya yang sederhana akan membuat kita mudah menyelami isi cerita dan memetik setiap hikmah yang ada dalam novel ini. Tidak hanya itu banyak ilmu dan wawasan baru yang didapat tentang agama juga tempat yang menjadi latar cerita.

    Sebuah Novel yang memberikan pelajaran dan hikmah bahwa ketika kita berjuang di jalan Allah, mendahulukan kewajiban kita terhadap Allah, maka Allah pun akan memudahkan segalanya.
    Menyiratkan sebuah makna ‘Rindu’ yang sesungguhnya. Bahwasanya kita hidup di dunia ini sedang mengembara. Tujuan kita adalah Allah dan kehidupan yang kekal di Akhirat. Maka kita harus tumbuhkan rasa rindu yang mendalam terhadap Allah, dengan mendahulukan Allah diatas segalanya, menjalankan kewajiban kita kepada-NYA dengan sungguh-sungguh, maka Allah pun akan memberikan balasan yang tiada bandingannya.

    Sudah tidak sabar untuk membaca buku yang ke-2 yang pastinya akan banyak hikmah dan pelajaran lain yang dapat kita petik. Penasaran apakah nanti akan ada kisah cinta yang bikin baper. Semoga segera diterbitkan ya….

    Terimakasih untuk Kang Abik yang telah memberi banyak inspirasi dan hikmah lewat novel-novel pembangun jiwanya. Juga Terimakasih kepada Peneribit Buku Republika yang konsisten menerbitkan karya-karya terbaiknya dari para penulis hebat. Semoga diberi keberkahan selalu karena telah menyebarkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat. Aamiin

  17. Fatimah

    Novel yang selalu membuat diri takjub dengan penulisnya . Sebelum lanjut review novel ini saya pertama berterima kasih kepada penerbit republika krn saya mendapat novel ini ketika gratis karna give away . Give away yg awalnya dapt totebag otw nikah asma nadia yg saya tunggu kedatangannya tp tdk ada hingga saya konfirmasi ternyata give away saya terkirim ke alamat pemenang lain di situ saya sedih tetapi penerbit republika memberi pengganti yaitu bebas pilih buku yg di inginkan alhasil itu kesempatan sayaa yg dmn saya mengambil novel ini sebagai give away . Saya sangat berterima kasih kepada penerbit republika yang sangat bertanggung jawab semoga kedepannya penerbit republika terus maju dan terus memberi manfaat kepada masyarakat .

    Cerita dalam novel ini diawali dengan kisah Nurus Syifa, seorang gadis belia yang terpaksa putus sekolah sejak beberapa tahun karena tuntutan ekonomi. Setelah kedua orang tuanya meninggal, kehidupan Syifa berubah. Ia hanya tinggal bersama nenek dan Lukman –adiknya yang masih kecil. Untuk mencukupi kehidupan keluarga, ia terpaksa berjualan gorengam dan minuman . Kehidupannya terasa semakin berat sejak kepergian sepupunya, Ridho, ke Sidawangi, karena kini dia memiliki tugas baru untuk menjaga kakek dan nenek Ridho yang kesehatannya semakin menurun. Neneknya dan nenek Ridho merupakan saudara kandung, sehingga Syifa merasa merekalah keluarga terdekat yang ia miliki saat ini. Hal itu membuat Syifa merasa bertanggung jawab untuk menjaga dua keluarga tersebut. Tugas yang kian berat membuat kedatangan Udo Ridho begitu Syifa nantikan, karena ia merasa kehadiran Udo Ridho akan sangat membantunya.

    Ridho menjalani kehidupannya sebagai seorang santri asal Lampung Barat yang selama bertahun-tahun menimba ilmu di Pesantren Darul Falah, Sidawangi, mengabdikan diri sebagai khadim sekaligus orang kepercayaan Kyai Muawir –pemimpin pesantren Darul Falah. Oleh sang kakek, ia diamanahi untuk tidak pulang ke Way Meranti –kampung halamannya, sebelum pak Kyai sendiri yang menyuruhnya untuk kembali. Tanpa alat komunikasi, jarak yang tercipta antara Ridho dan keluarganya terasa semakin panjang. Kehidupan sebagai seorang santri sekaligus khadim, juga aktivitasnya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang dituntut untuk segera menyelesaikan skripsi, membuat Ridho tak menyadari bahwa kehadirannya di rumah telah begitu dinantikan oleh keluarga, terutama oleh adik sepupunya, Syifa, yang sejak beberapa bulan terakhir harus menjadi tulang punggung dua keluarga.

    Akhirnya, Ridho diminta pulang oleh pak Kyai untuk mengabdi di kampung halaman. Perasaan haru membuncah tatkala ia harus meninggalkan lingkungan tempatnya menuntut ilmu, terlebih harus berpisah dengan gurunya yang penyayang dan begitu ia hormati. Kepulangannya kali ini pun tak sendiri. Dia menempuh perjalanan menuju Lampung bersama Diana –putri bungsu Kyai Nawir, yang akan melanjutkan studi di UNILA. Bahkan sampai akhirpun ia masih diberikan amanah oleh Kyai Nawir yang memiliki kepercayaan begitu besar kepadanya.

    Kini, tibalah pertemuan yang telah lama dinanti setelah melalui kerasnya kehidupan. Tak ada yang membuat Syifa merasa lebih bahagia selain kehadiran Udo Ridho, karena kini tugas sebagai tulang punggung keluarga tak hanya dipikul oleh dirinya sendiri. Kehidupan yang Ridho dan Syifa jalani selanjutnya, membawa kedua saudara itu bertemu dengan orang-orang yang membuka satu persatu kisah dalam kehidupan mereka.

    Meskipun inti cerita berada pada kehidupan Ridho, namun sebenarnya jalan cerita dalam novel ini berpindah-pindah antara satu tokoh ke tokoh yang lain. Banyaknya tokoh yang dihadirkan tak lantas menghilangkan fokus cerita, karena masing-masing tokoh telah diberikan porsi yang pas. Hal inilah yang membuat jalan cerita lebih menarik karena pada akhirnya akan ditemukan benang merah antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.

    Satu hal yang tidak pernah dilupakan oleh Kang Abik dalam setiap karyanya, yaitu menyertakan pesan-pesan sarat nasehat melalui karakter tokoh di dalam cerita. Pada novel ini, kesederhanaan menjadi jiwa yang menggerakkan laku tokoh utama dan kerinduan akan ridha Allah menjadi nyawa yang menghidupkan jalannya cerita.

  18. amadeadinda

    Selalu akan ada pertolongan dari Allah bagi siapa saja yang bersabar menghadapi cobaanNya. Ini adalah salah satu hikmah yang dapat dipetik dari novel pembangun jiwa ini.
    Novel ini memberikan banyak wawasan kepada pembacanya. tentang bagaimana berkasih sayang terhadap saudara dan keluarga, tentang bagaimana seharusnya menyikapi hak dan kewajiban dalam warisan, tentang kesabaran, ketabahan dan ikhtiar. Tanpa sadar memang novel ini dapat membangunkan jiwa pembacanya.
    Cerita yang menggantung di belakang juga membuat pembaca penasaran bagaimana kisah pemeran selanjutnya. Buku ini benar-benar saya rekomendasikan untuk kalian semua.

  19. Eni Nuraeni

    Eni Nuraeni
    22 April 2020

    Karya-karya yang ditulis oleh Kang Abik selalu menggugah jiwa. Setiap novel yang saya baca mulai dari Bumi Cinta, Merindu Baginda Nabi sampai yang terbaru yaitu Kembara Rindu. Cerita yang disajikan selalu inspiratif dan menggugah hati untuk ingin seperti tokoh yang diceritakan, memiliki sifat dan sikap yang baik sebagai seorang muslim di dunia. Kata per kata disajikan begitu indah dengan keluasan ilmu membuat pembaca akan terkagum-kagum dan seolah2 dibawa dan ditarik masuk ke dalam cerita. Kisah dalam novel Kembara rindu ini membuat penasaran dan sangat ditunggu novel lanjutan dari Kembara rindu ini..

  20. Dian Febriyani

    Novel kang Abik selalu bisa bikin pembacanya terpesona,karena penggunaaan bahasa yang bagus dan bisa menggambarkan keadaan sehingga saat membaca buku karya kang Abik rasanya seperti berada dalam cerita tersebut,dan tentunya saya katakan seperti ini karena saya pernah membaca salah satu bukunya namun untuk buku yang ini juga bikin saya penasaran kira kira akan seperti apa ya kisahnya?

  21. Nurul

    Membaca kembara rindu seperti melihat cermin lalu merasa menampar diri sendiri. Banyak hikmah kehidupan yang disampaikan dalam novel kang Abik ini, tentang tulusnya persaudaraan, tentang kejujuran yang tak bisa digadaikan, dan tentang hidup yang tak bisa diputar kembali. Harus banget dibaca generasi millenial zaman now. Menggugah jiwa!

  22. Zamzamatul muna

    Bismillahirrahmanirrahim,
    Novel Kembara Rindu karya Kang Abik menceritakan kisah yang mengharukan. Seorang laki-laki yang bernama Ridho dititipkan ke pesantren oleh kakeknya dan diamanahi untuk tidak pulang sebelum disuruh Kyai nya. Di pesantren Ridho menjadi khadim,selama empat tahun Ia mengabdi dan menimba ilmu. Bakti yang ia berikan kepada Kyai nya sangat luar biasa, Kyai Nawir merupakan sosok Kyai yang dihormati, berhati lembut, juga penyayang. Ia sangat menjunjung kehormatan Kyai Nawir dan siap untuk membela kehormatan Kyai nya sekali pun harus berhadapan dengan hal yang berbahaya. Saat Ridho sudah di dawuhi Kyai Nawir untuk pulang ke Lampung, ia menuruti perintah Kyai nya itu. Ketika ia tahu keadaan keluarganya sekarang, ia sangat sedih. Kakek nya sedang koma dan adik sepupunya Syifa menjadi tulang punggung keluarga, berjualan saat ada kesempatan, sampai harus mengalami kejadian yang hampir mencelakai Syifa. Saat Ridho datang, keluarga nya sangat senang, Karena memang ini yang diharapkan sejak Kakek Jirun koma. Selanjutnya Ridho berusaha bekerja dibantu adik sepupunya Syifa. Berikhtiar memenuhi segala kebutuhan, dan untuk kesembuhan kakeknya. Saat lika-liku kehidupan dirasakan Ridho dan Syifa, mereka berdua saling menguatkan, memberikan semangat satu sama lain. Dan dimana pun Ridho berada, insyaAllah berkah pesantren selalu mengiri kehidupannya. Ia diberikan amanah oleh Kyai Harun bagaimana harus menjalani kehidupannya kedepan. Sampai akhirnya usaha Ridho berhasil, bahkan ia bisa menyekolahkan kembali Syifa. Orang-orang sekitarnya bangga dan terharu dengan kisah keluarga Ridho.

    Novel ini menggambarkan sosok-sosok yang luar biasa. Di dunia ini tidak ada yang perlu dicemaskan, karena Allah pasti menghadirkan orang-orang terbaik jika kita selalu berada di jalanNya. Orang-orang tersebut hadir sebagai wasilah dari Allah, sesungguhnya segala yang terjadi merupakan kehendakNya. Bersyukur dalam setiap keadaan, belajar pada setiap prosesnya. Selalu ingat keberadaan Allah yang akan selalu memberikan jalan keluar dari segala kesulitan.
    Alhamdulillah, novel ini memberikan pelajaran hidup yang luar biasa, semoga Novel Kembara Rindu (Buku 2) segera terbit, melanjutkan kisah yang sangat inspiratif. Terimakasih Kang Abik, terimakasih Penerbit Republika😊

  23. Livia Adista

    Karya kang abik memang selalu menggugah jiwa dan mengobarkan semangat bagi saya.. pertama kali saya baca buku sastra karya kang abik waktu saya masih SMA,setelah itu saya menabung uang jajan untuk membeli buku keluaran terbarunya kang abik waktu itu.. alhasil saya kembali terpanah2 membacanya.. beberapa kali begitu saya selalu antusias untuk punya karya2 beliau selanjutnyaa.. alhasil beberapa karya beliau skrng sudah menjadi koleksi sendiri bagi saya.. suatu kebanggaan sendiri sih bagi saya pribadi.. ilmu2 nya pun kerap saya tandai di beberapa bagian kadang saya catat supaya diamalkan bagi saya yg awam ini.. saya rasa hampir setiap halaman ada saja yg saya tandai, menarik sekali bahi saya.. kembara rindu ini sampai saat ini baru sebagian saja saya baca.. itu pun hasil meminjam buku teman saya.. pertemuan kami hari itu sangat singkat.. tapi sebagian sudah saya tuntas kan .. barang kali insyaallah kedepan sambil mengumpulkan dana buku ini akan segera di tuntas kan.. terima kasih tim buku republika dengan karya2 luar biasanya.. penulisnya pun penuh inspirasi

  24. AKMAL KHAFIFUDIN –

    Salah satu novel terbaru dari Kang Abik yang ini memberikan kita makna bahwa Kabeh Ono dalane lan kabeh wes ono tulisané

  25. Farhan Ramadhan

    Setiap novel yang disajikan oleh Kang Abik selalu memberikan suasana yang mampu membawa pembaca ke dimensi yang berbeda. Salahsatu karyanya adalah “Kembara Rindu.” Novel ini menjadi salahsatu dari novel Kang Abik lainnya yang mampu memberikan sejuta inspirasi dan motivasi bagi pembacanya. Dan memberikan lautan hikmah bagi pembacanya. Seperti tentang tulusnya persaudaraan, tentang kejujuran yang tak bisa digadaikan, tentang arti kehidupan, dan tentang hidup yang tak bisa diputar kembali.

    Saat saya membaca novel ini, saya merasakan seperti halnya Ridho. Yang mengembara ke suatu tempat untuk menuntut ilmu dan mencari jutaan hikmah didalamnya. Tetapi di sisi lain orangtua saya selalu memberitahukan tentang kapan pulang ke kampung halaman. Ini yang membuat saya merasakan kekuatan akan novel ini.

    Terimakasih kepada Kang Abik dan Penerbit Republika.🤗

  26. Aisyah R

    Bismillahirrahmanirrahim
    Sastrawan Habbiburrahman El Shirazy selalu berhasil menciptakan karya yang sangat apik. Salah satunya buku kembara rindu ini. Ceritanya sangat ringan dan mudah dipahami, tetapi membawa pesan yang sangat dalam. Buku ini membuat saya sangat ingin meneladani sifat sifat mulia dari Ridho dan Syifa. Salah satu pesan yang sangat menyentuh yaitu kita di dunia ibarat orang yang sedang berpergian, dan tujuan akhir kita adalah akhirat yaitu berjumpa dengan Allah SWT. Oleh karenanya, kita harus menyiapkan bekal dan menjadi hamba yang sangat rindu akan akhirat, dengan begitu kita dapat memaksimalkan diri untuk beramal salih.
    Selain itu, saya juga mendapat ilmu baru dari novel ini karena dalam novel ini diselipkan hadits,nama nama kitab, dan adab penuntut ilmu.
    Saya berharap kisah Ridho dan Syifa diangkat ke layar lebar dan lebih banyak dikenal masyarakat luas, karena kisah mereka sangat menginspirasi dan mengedukasi

  27. Fathur Roziqin

    Novel yang diramu apik oleh Habiburahman el Syirazi yang telah menerima banyak penghargaan ini menceritakan tentang kisah seorang santri dengan mengambil latar Lampung, Cirebon dan Kuningan. Kental dengan nuansa religius kesantrian yang menawarkan cinta akan pondok pesantren, kyai dan mengaji Al quran. Cinta yang muaranya ditanamkan oleh keluarga. Cinta yang memerlukan sebuah proses perjalanan berliku sebelum kembali pada yang Pemilik-Nya. Allah.

    “Kita seperti orang berpergian di dunia ini, orang yang mengembara. Dunia ini bukan tujuan kita Tujuan kita adalah Allah. Kita harus memiliki rasa rindu yang mendalam kepada Allah. Dan Allah akan membalas dengan kehangatan rindu dan ridha-Nya yang tiada bandingannya.”(hal 61)

    Tokoh sentral, Ridho menghabiskan empat tahun hidupnya di Pesantren Darul Falah, Desa Sidawangi sesuai pesan Kakeknya. Kakek Jirun. Kakek yang mengasuhnya sejak ayah dan ibunya meninggal. Ridho yang lahir dan dibesarkan di keluarga yang berusaha menanamkan sisi religius yang lama ditinggalkan oleh masyarakat kebanyakan selalu berusaha patuh pada pesan Kakek Jirun. Mengabdi sebagai khadam di pondok. Kakeknya ingin salah satu dari keturunannya ada yang menjadi santri dan menimba ilmu Al quran. Menjaga pusaka keluarga dan mengajarkan masyarakat tentang Al quran. Masyarakat yang kini lebih condong pada kehidupan materi.

    Kecintaan pada Allah dan Al quran begitu kental dalam cerita yang sarat dengan pergulatan emosi dalam pencarian ridho Allah. Kecintaan Ridho pada Kakek jirun dan keluarganya yang akhirnya menghadirkan kesadaran yang mempertemukan Ridho dengan orang – orang yang mendukungnya meraih harapannya.

    Novel yang mengambil latar belakang di tanah Liwa, Way Sekampung dan Bandar Lampung ini menceritakan tentang konflik keluarga yang dialami Ridho. Konflik kesulitan finansial yang sempat menggoyahkan mimpinya. Menunaikan amanah kakek dan gurunya, Kyai Nawir. Memakmurkan masjid dan mengamalkan ilmunya. Mengajarkan ilmu tentang Al quran. Konflik lain yang juga melanda keluarganya datang saat Ridho membela hak Syifa dan Lukman, adik sepupunya. Meminta haknya sebagai anak dari almarhum Haji Syahril Abror dan almarhumah Nurleila. Konflik yang belum sempat selesai sampai sekarang. Kebencian keluarga istri tua Haji Syahril Abror masih belum menghilang meski waktu telah lama berlalu.

    Dalam kegundahannya, Kyai Shobron putra Kyai Nawir mengunjungi Ridho dan memberikan bantuan pinjaman lunak. Ridho juga menemui Kyai Harun sesuai pesan Kyai Nawir sebelum Ridho kembali ke Lampung. Kyai Harun yang mengingatkannya akan tugasnya sebagai seorang santri. Pusaka warisan Kakek Jirun. Memakmurkan masjid. Kyai Harun juga meminta Ridho untuk membangun pesantren di dekat masjid pusaka Kakek Jirun.

    Berkah ketaatan Ridho pada pesan guru – gurunya membawa kesuksesan dalam hidup Ridho. Ia berhasil menyelesaikan S-1 nya dan dapat mengembangkan usahanya. Ia juga dapat membangun pesantren sesuai pesan Kyai Harun. Keadaan kakeknya, Nenek Zumroh dan Nenek Halimah pun makin membaik. Ridho pun dapat menyaksikan keberhasilan Syifa menghapal 25 juz dari 30 juz Al quran di Pesantren Kyai Harun, Pesantren Kanzul Barokat. Pondok tempat Syifa belajar Al quran selama tiga tahun di Bukit Kembang Kantil Gisting Tanggamus.

    Membaca cerita ini seperti melihat sebuah perjalanan seorang Ikal dalam Laskar Pelangi karya Andre Hirata dalam mengejar mimpinya. Ikal dan Ridho adalah anak – anak daerah yang mampu membawa kebaikan bagi tanah kelahirannya dengan keahliannya masing – masing. Cerita Laskar Pelangi dan Kembara Rindu sama – sama menggambarkan tentang keindahan budaya, tanah dan kekentalan nuansa daerahnya. Keduanya memiliki keunikan yang istimewa, Laskar Pelangi lebih lekat dengan budaya buruh tambang dan Kembara Rindu yang kental dengan budaya santrinya.

    Jalinan cerita dalam novel Kembara Rindu yang menawan ini juga pantas dijadikan rujukan bagi pembaca yang ingin mengenal tentang Lampung. Tanah di mana Ridho dilahirkan. Tanah Liwa yang digambarkan di novel ini dapat menghipnotis pembaca tentang rasa cinta yang menggelora pada keluarga, dan guru. Cinta yang hadir karena Allah.

    Semoga Allah selalu membimbing kita semua untuk selalu ada di jalan-Nya. Shalawat.

  28. Uswatun Hasanah

    Bismillahirrahmanirrahim..
    Lagi-lagi novel karya kang Abik selalu menjadi pembangun jiwa. Kali ini Kang Abik dalam novelnya yang berjudul “Kembara rindu” mengisahkan seorang pemuda bernama Ridho yang merantau ke kota orang untuk menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren. Kakek jirun berpesan padanya untuk tidak kembali sebelum Kyai menyuruhnya pulang. Ridho melakukan sesuai dengan apa yang dipesankan kakek jirun padanya. Ridho sangat ta’zim pada Kyai Nawir, Ridho telah dipercaya sebagai khadim nya Kyai Nawir. Namun ada hal yang membuatnya harus pulang dan Kyai Nawir menyuruhnya untuk pulang karena tugas nya sudah selesai di pondok pesantren dan saatnya Ridho mengamalkan nya di kampung halamannya. Tak cukup dari itu Ridho diterpa berbagai masalah di kampung halamannya. Namun berkah dari ta’zimnya Ridho pada guru-guru nya mendapatkan bantuan dan rezeki yang tak terduga. Dari novel ini kita belajar bahwa pentingnya untuk ta’dzim pada guru dan berlaku kasih sayang pada sesama manusia. Dan pelajaran yang dapat dipetik pula bahwa kita tidak boleh melupakan kampung halaman kita, ada kalanya merindu dengan kampung halaman. Sesuai dengan novelnya yang terdapat dalam kutipan novel tersebut bahwa dunia bukan adalah tujuan kita, tujuan kita adalah Allah. Dan kita harus merindukan Allah.

  29. Binti Nur Khasanah

    Dari deskripsi nya, novel ini benar-benar menggugah jiwa siapa saja yg membaca novel ini. Novel ini seperti menggambarkan, gimana sih rindu yang sebenarnya itu. Dan pada siapa kita harus benar-benar rindu.

  30. Istiqomah

    Novel yang kaya akan nilai2 kehidupan. Seperti kisah nya Ridho seorang penuntut ilmu yang jauh tanah rantau. Sejatinya memang seorang pembelajar adalah dia yang bisa keluar dari zona nyaman, dan kembali lagi memajukan kampung halaman nya dengan ilmu2 yang telah dipelajari.
    Dari kisah ridho dan Syifa kita belajar bagaimana kerasnya hidup. Hidup tentang perjuangan dan pengorbanan. Dari kisah Syifa kita belajar, bahwa masih banyak anak2 seusia Syifa yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Dari Syifa kita belajar bahwa nikmat itu tidak hanya berupa materi. Tapi nikmat yang sesungguhnya adalah berada dalam keluarga yang saling menyayangi.
    Dari ridho kita belajar, bahwa begitulah seharusnya rasa hormat yang diberikan kepada guru kita. Bila ada yg berani untuk menyakiti guru kita, kitalah yang harus maju dibarisan paling depan untuk membela guru kita. Karena guru adalah orangtua kedua untuk kita. Dari merekalah kita belajar tentang pelajaran hidup yang akan kita lewati.
    Kisah ini sangat menginspirasi, untuk teman2 yang menjadi penuntut ilmu haruslah kita mempelajari lagi adab2 terhadap guru yang telah dicontohkan oleh ridho.
    Yang belum membaca nyata, segera beli di Republika yaa

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *