I AM SARAHZA

Obral!
()

Rp75,000.00 Rp60,000.00


Back Cover
Kota Asal Pengiriman : Kota Jakarta Selatan
SKU: 978-602-5734-21-2 Kategori: Tag:

Description

Manusia bilang di mana ada kehidupan, di situ ada harapan. Tapi bagiku, ruh yang telah dinasibkan di Lauhul Mahfudz, selama manusia memelihara harapan, maka aku akan selalu hidup. Dari Alam Rahim, aku menyaksikan bagaimana   kedua orangtuaku jatuh bangun memerolehku. Melewati puluhan terapi, menghadapi ratusan jarum suntik, sayatan pisau operasi, berkali  inseminasi dan gagal bayi tabung, bahkan sampai harus melalui badai depresi.Meski segala ilmu manusia akhirnya bertekuk lutut pada Pencipta Ilmu Segala Ilmu, kedua orangtuaku tak menyerah. Bahkan setelah ibu menjadi ‘tak sempurna’ karena upayanya.Tahukah apa yang membuat Pencipta bisa Luluh pada hamba-Nya? Dengan segala usaha dan penyerahan diri sepenuhnya, akhirnya takdirku ke dunia dihantarkan oleh ribuan malaikat yang bersujud pada manusia-manusia yang sabar dan berupaya.Inilah kisahku. I am Sarahza

Book Details

Weight 323 g
Dimensions 13.5 × 20.5 cm
Halaman

354

Tahun Terbit

2018

Author

Hanum Salsabiela Rais Dan Rangga Almahendra

Reviews

14 reviews for I AM SARAHZA

  1. Cindy Puspita

    Membaca novel ini mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dan bersabar. Jangan mudah menyerah meskipun kegagalan kerap kali hadir. Teruslah mengevaluasi diri atas segala proses yang telah di lalui. Ingatlah bahwa selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Pasangan suami istri ini sangat menakjubkan sekali :).
    .
    Oia, penggunaan POV “Sarahza” termasuk yang unik. Karena di satu sisi Ia belum terbentuk tapi memiliki kemampuan untuk mengamati segala hal yang di lakukan oleh kedua calon orang tuanya dari Lauful Mahfuzh.
    .
    Tidak hanya menyajikan cerita yang membuat pembaca terhanyut sedih ketika dihadapkan pada kegagalan, tapi juga bagaimana cara mereka bangkit dan mau terus mencoba.

  2. RIZKI KARTIKA SARI

    Bismillah

    Tentunya kenapa saya membaca novel ini yakni karena saya sangat menyukai novel mba hanum sebelumnya , yakni 99 Cahaya Di langit Eropa , Bulan Terbelah di Langit Amerika , dan tentunya ini adalah novel tentang pengalaman pribadi penulis sendiri yang tentunya bagi saya beliau sangat inspiratif . Muda , berprestasi , dinamis , dan mempunyai karya yg dapat dinikmati khususnya generasi muda .

    Novel ini menggambarkan pengalaman hidup penulis yg sebagai manusia ada kalanya jatuh bangun saat menjalani berbagai cobaan .

    I AM SARAHZA juga menggambarkan bagaimana nilai-nilai kesabaran , tawakal , dan ikhtiar adalah obat ampuh untuk mengatasi segala permasalahan hidup .

    Membaca novel ini sekaligus memberikan pencerahan bagaimana kita harus bersikap di saat kita sedang menghadapi masalah hidup yg pelik 🙂 .

    Novel ini bisa menjadi makanan untuk jiwa, nutrisi untuk otak , dan memberikan pengetahuan yg dapat digunakan sepanjang hidup .

    Selamat membaca
    It’s very recomended ^^

  3. Salsabil Farah Artanti

    Bismillah. YaAllah, aku pengen banget baca buku iniiiiiii 😭 Entah kenapa aku lihat di ig dan baca sinopsisnya jadi sangat tertarik buat dibaca. Dari cover dan sinopsis aja sudah sangat menarik apalagi dalamnyaaaaa. Belum ada uang buat beli. Tapi alhamdulillah atas kuasa Allah, penerbit Republika sangat amat baik karena membuka peluang agar pembacanya bisa merasakan buku-buku yang indah dengan cara gratis. Disaat wabah ini, sangat amat cocok untuk membaca buku daripada keluyuran di luar. Tetap #dirumahaja dengan hal-hal positif. Semoga aja aku bisa mendapat buku ini dengan gratisssss. Aamiin yaAllah.

  4. Ghaitsa

    Menarik banget buat dibaca,, benerann dehh… Kisah jatuh bangun keluarga yang tak pernah putus asa… menjadi Inspirasi buat kita semua,,,,

  5. Nur Khusnul Khotimah

    Buku yang banyak mengandung pelajaran berharga dalam kehidupan. Bahwa buah dari kesabaran itu sangat indah dan membahagiakan

  6. Ainun Mubin Misbah N

    Kisah yang sungguh luar biasa inspiratif, menarasikan rasa syukur, sabar, selalu ingat Allah, dan jatuh bangun, tentang perjuangan untuk bertahan di titik yang sulit. Cara survive tidaklah mudah bagi seseorang yang tengah menghadapi rintangan, dan buku ini mengajarkan cara terbaik menghadapi itu. Buku ini juga memiliki sudut pandang yang unik. Keren lah, pokoknya!

  7. fiqhiyatulbasithoh

    DON’T JUDGE A BOOK BY ITS COVER

    Ungkapan di atas tidak selalu benar. I can tell that it’s a great novel by observing its cover. Seolah-olah sampulnya memiliki ruh dan medan magnet kuat yg menarik perhatian para peminat buku. Standing ovation for the cover designer, Resoluzy.

    Setelah dibaca, novel ini LUAR BIASA LEBIH INDAH dari covernya. I AM SARAHZA menyuguhkan 3 sudut pandang yg berbeda (Hanum, Rangga, dan Sarahza dari alam rahim) dengan kata-kata yg begitu epik. Terutama ketika sudut pandang Sarahza mengambil alih cerita. Hati manusia mana yg tidak berdesir membaca?

    Ahh..andaikan Hanum & Rangga serta calon ortu lain bisa mendengar Sarahza dan Sarahza lainnya, apakah hidup mereka semua akan bisa lebih tenang dan bahagia menanti kehadiran karunia-Nya selama belasan tahun lamanya? Itu yang terbesit di benak saya.

    Tapi kembali lagi pada firman Allah لا يكلف الله نفساً إلا وسعها , bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya (Al-Baqarah: 286). Oleh karena itu, disaat membaca novel ini selalu terlantun do’a kepada Allah untuk para calon ibu yang masih dalam masa penantian. Semoga selalu berikhtiar, menyerahkan diri sepenuhnya ke Sang Pencipta, dan segera dipertemukan dengan dia yang telah dinasibkan di Lauhul Mahfuzh yang nantinya akan dihantarkan oleh ribuan malaikat kehadirannya di dunia. Aamiin..

    Terakhir, I STRONGLY RECOMMEND this novel to everybody especially to para calon orang tua yg sedang dalam masa penantian. Sending you all a virtual hug ♥️♥️

  8. Lina Fitriani

    Ini merupakan salah satu buku yang paling saya suka dari karya Hanum dan Rangga. Novel kali ini membahas kehidupan pribadi Penulis yg menantikan datangnya buah hati. Jerih payah mereka, ikhtiar mereka, do’a mereka ikut dirasakan pembaca. Hikmah yang bisa kita ambil pun banyak banget.

    Ada hal yang berbeda pada novel ini, yaitu sudut pandang Sarahza, ia belum lahir namun mengerti keadaan Orang tuanya yang sedang menantikan dirinya. Ada perasaan berbeda saat membaca bagian Sarahza ini. Tentu saja banyak pembelajaran yang bisa kita ambil. Tentang perjuangan, tentang kekuatan do’a, dan tentang kesabaran.

  9. Nito

    Dalam buku ini banyak diceritakan mengenai suka duka penulis dalam menanti buah hati. Ikhtiar yang dilakukan selama sebelas tahun memberikan banyak hikmah bagi penulis.
    Kini catatan perjuangan dan penantian dalam mendapatkan buah hati tersebut tertuang dalam sebuah buku yang sarat akan makna.
    I am Sarahza, sebuah buku yang akan menitikkan air mata sekaligus mengembangkan spirit hidup para pembacanya.

  10. Fahma Miftahun Najah Al-Hazimah

    Buku ini sangat indah. Menggambarkan betapa indahnya takdir yang diberikan Allah untuk setiap hamba-Nya. Dengan kita menyadari bahwa Allah adalah yang Maha Tahu, menuntun hati kita untuk bisa berbaik sangka atas semua takdir, baik maupun buruknya.

    Buku ini menunjukkan, betapa lemahnya manusia, sehingga kita harus menyakini: bisa jadi, yang kita benci adalah yang terbaik untuk kita, dan bisa jadi yang kita sukai itu buruk untuk kita. Karena tidak ada tuhan yang menginginkan keburukan untuk hamba-Nya yang beriman.

    Namun, buku inipun menjelaskan, bahwa bukan berarti kita harus sepenuhnya pasrah pada takdir yang Allah berikan. Allahpun menilai usaha kita. Kesuksesan/ keberhasilan adalah hadiah, yang memberi nilai dalam kehidupan kita adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan area yang dikuasai manusia (untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah) untuk menjalani hidup.

    Apakah kita akan menjadi manusia yang taat pada Allah dan berusaha untuk mencapai ridho-Nya? Atau sebaliknya?

    Temukan jawaban anda pada buku ini!

  11. Viviani Wardina

    Awalnya gak ada niatan baca novel ini. Masih mikir, masak iya baru semester 1 baca novel tentang punya anak, wkwk..
    Tapi setelah kakak aku cerita singkat tentang novel ini, akhirnya aku dengan ringan tangan sangat penasaran ingin membacanya juga.
    Dan masyaAllah perjuangan mbak Hanum sama mas Rangga untuk punya anak luar biasa sekali. Harapan, doa, usaha yang tak henti di dilakukan. Hingga di penghujung keputus asaan masih menemukan setitik cahaya akan sebuah harapan. Dukungan keluarga adalah motivasi terbesar dalam perjuangan mereka. Sampai iri aku bacanya.
    Jadi heran deh sama orang orang di liar sana yang membuang anaknya. Gak mikir dulu gimana orang di luar sana begitu menginginkan dan susahnya untuk punya buah hati. Butuh kesabaran yang besar untuk mendapatkan amanaha dari Allah akan hal itu.
    Novel ini tidak hanya untuk para ibu ibu atau istri istri ya, tapi untuk mahasiswi kayak akupun juga pas banget, karena pelajaran didalamnya banyak sekali.
    Terima kasih untuk mbak hanum dan keluarga.

  12. Santi Nisa

    Ada pasangan yang baru menikah langsung diberi momongan. Tapi ada juga yang harus menunggu lama untuk bisa mendapat buah hati. Bahkan ada yang harus mengalami berbagai kegagalan selama bertahun-tahun untuk bisa mendapatkan anak yang diinginkan. Seperti kisah dan pengalaman pribadi yang ditulis Hanum Salsabiela Rais bersama suaminya Rangga Almahendra dalam novel I AM SARAHZA.

    Keren bangeet!!! Novel ini bercerita dari sudut pandang 3 orang yang berbeda ( Hanum, Rangga, dan Sarahza). Novel yang banyak menguras air mata, tentang perjuangan, tentang kepercayaan kpd Allah, tentang keajaiban, dan tentu penuh makna & inspirasi.

    Untuk kamu yang sedang merasa dititik terendah dalam hidup, silahkan baca Novel ini. Dan selamat anda akan menemukan keajaiban!

  13. Ratnani Latifah

    “I Am Sarahza” merupakan novel yang sangat inspiratif. Saya sangat suka sekali dengan gaya bercerita Hanum dan Rangga, yang entah kenapa selalu memiliki kekuatan yang menggerakkan hati.

    Membaca novel ini, saya seperti ikut merasakan bagaimana perjuangan panjang dan penantian yang begitu lama untuk memiliki momongan. Bagaimana perasaan diaduk-aduk ketika melihat kenyataan pahit yang berkali-kali datang dan mematahkan semangat mereka.

    Namun hebatnya mereka seolah memiliki banyak sekali stok kesabaran untuk terus bangkit. Secara keseluruhan novel ini mengajarkan tentang pentingnya doa, usaha juga kesabaran. Tidak ketinggalan di sini pembaca juga diajak belajar untuk selalu bersyukur, tidak mudah menyerah dan selalu tawakal kepada Allah.

  14. Alfath

    Baru kali ini saya membaca bagaimana perjalanan sebuah keluarga muslim memilih produk teknologi sebagai bentuk ikhtiar memperoleh momongan. Menurut saya, bahasan dalam novel sangat kekinian. Mbak Hanum, Mas Rangga beserta keluarga secara tidak langsung mengajak seluruh pembaca agar mempertimbangkan pemilihan produk teknologi secara halal. Salah satu program kehamilan dari beberapa cara yang disampaikan dalam buku adalah program bayi tabung.

    Program yang diikuti oleh Mas Rangga dan Mbak Hanum dalam buku ini insyaAllah Halal karena tidak memakai cara yang tidak sesuai syariat Islam. Program bayi tabung yang mereka tempuh tidak melibatkan donor sel telur atau sperma dari orang lain, tidak juga melibatkan ibu surogasi untuk ‘membesarkan’ janin sampai bayi dilahirkan ke alam dunia. Satu program yang bisa dijadikan inspirasi bagi para pejuang momongan.

    Kemudian, saya sangat suka kepada bagaimana ‘nyatanya’ dukungan dari suami dan keluarga terhadap sang isteri saat proses kehamilan yang gagal berkali-kali. Sebagai seorang wanita, saya merasa ikut terharu atas segala dukungan terhadap Mbak Hanum. Dikala Mbak Hanum limbung dan merasa sesak saat segala usaha terlihat sia-sia, ada suami dan keluarga besar yang memiliki ‘jawaban-jawaban’ meyakinkan tentang bagaimana sepatutnya memandang kegagalan, bagaimana bersyukur, serta kembali meningkatkan keimanan terhadap Allah Ta’ala. Banyak nasihat yang terasa cocok untuk menghadapi kesulitan hidup lain, tidak sekedar saat merasa sulit mendapat momongan.

    Tidak ada satu pun usaha manusia yang memiliki kemungkinan pasti berhasil, sekalipun melibatkan teknologi paling mutakhir. Begitu juga saat kegagalan berkali-kali datang menyapa, tidak ada jaminan bahwa segala proses akan berakhir sia-sia. Lewat ‘I’m Sarahza’, saya kembali tersadarkan bahwa tidak ada sesuatupun yang kita lakukan akan berakhir sia-sia. Seperti kebaikan, sebesar biji sawi pun akan tetap ada balasannya.

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *