Please wait...
Penulis 169 - Artikel 20 - Buku 261




Kami Bersama Tere Liye
Category: Kaca Mata CEO | Author: Arys Hilman Nugraha | | 06 Sep 2017, 14:01:07



Banyak yang bertanya dan saya konfirmasi di sini: Betul, Republika Penerbit sudah bersepakat dengan Tere Liye untuk menghentikan penerbitan buku-bukunya.

Ini keputusan yang patut ditangisi karena Tere Liye adalah tipe penulis produktif dan bervisi dengan karya-karya yang sarat nilai-nilai kebaikan; novel-novelnya berkisah tentang kekuatan keluarga, perjuangan, cinta kasih, keadilan, kesabaran, kejujuran.
Kami turut merasakan ketidakadilan beleid perpajakan terhadap penulis dibandingkan profesi-profesi lain. Jelas posisi kami bersama Tere Liye.

Dunia perbukuan kita memang tak sememikat karya para penulisnya. Ini dunia yang mengguncang sebagai materi retorika, namun mudah dilupakan. Ada banyak perhatian seolah-olah terhadapnya, tanpa banyak perbaikan di dalamnya.
Kampanye "no tax on knowledge" gagal dalam dunia perbukuan sebagaimana halnya dalam pers. Dari hulu ke hilir--termasuk penulis--kena pajak. Anda sebagai pembaca pun kena PPN waktu beli buku. Bandingkan dengan pertunjukan sirkus, fashion show, karaoke, atau masuk diskotek, Anda dapat melenggang tanpa PPN.

Pamitnya Tere Liye dari dunia perbukuan adalah teguran santun yang menyengat. Ia memang akan tetap aktif di dunia literasi lewat media yang tak kena pajak, facebook misalnya. Tapi, kami percaya, buku tetap tak tergantikan dan kepergian Tere Liye membuat kita sangat kehilangan.

Arys Hilman, CEO Republika Penerbit


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260