Please wait...
Penulis 176 - Artikel 20 - Buku 289




Gadis Penyampai Pesan
Category: Sobat Republika | Author: Melisa Rayle | | 26 Mar 2017, 12:29:06



Nyanyian burung pagi itu membuatku terjaga dari tidurku. Badanku masih saja enggan untuk diajak menatap cahaya matahari pagi. Didalam ruangan yang sedikit cahaya aku mendengar suara pintu apartemen kecilku di ketuk. Suara itu awalnya hanya ketukan kecil, sehingga aku abai dan membiarkan suara itu berlalu "ah, nanti juga hilang" pikirku setengah sadar. Tapi aku keliru, suara itu terus menganggu dan lebih kuat dari sebelumnya disertai teriakan "Bangun,hey, Ayo bangun, buka pintunya". Aku memaksa tubuhku untuk bangkit, kesalku sudah diujung tanduk.

"Ada apa?" jawabku ketus ketika membuka pintu apartemenku. Seorang gadis bertubuh kecil-walau ia seumuran denganku, menatap masam diriku. "Kau menganggu jam tidurku, aku baru tidur jam 3 pagi tadi-" aku mendengus, aku semakin kesal karena dia hanya diam saja dan aku menjelaskan panjang lebar, aku tidak biasanya banyak bicara di saat baru bangun.

Aku berniat menutup pintuku, namun kaki kecil gadis itu menahannya.

"Ayo keluar, aku traktir sarapan pagi ini, sekalian ada yang mau aku bicarakan" aku menatapnya heran, untuk apa ia bersusah payah membangunkanku dan sekarang mengajakku sarapan di traktir pula. "Ayo cepat siap-siap, bau tau" ia menutup hidungnya. Gadis itu selama bicara tidak fokus melihatku, matanya liar memandang kemana saja asal tidak ke arahku.

Aku melipat dahiku. "Dia malu?" batinku.

Gadis itu berjalan ke arah tangga dan aku masih saja menatapnya, sebelum turun ia kembali menoleh padaku, membuatku terkesiap. Gurat wajahnya menampakkan kesedihan, tapi ia berusaha untuk tersenyum dan berlalu.

-Bersambung


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260