Please wait...
Penulis 177 - Artikel 20 - Buku 291




menjejak jarak dan waktu
Category: Sobat Republika | Author: rachmat sugandi | | 28 Des 2016, 15:11:31



Bentangan khatulistiwa menjadi saksi sebuah cinta yang terbatas oleh jarak dan pertemuan, waktu yang telah tuhan berikan untuk pertemuan teramat sedikit dan berharga untuk sekedar menggenggam tanganmu dan bait-bait puisi yang ringkih tak mampu menahan kerinduan yang membuncah dari dalam dada. kau yang jauh disana selalu ku perjuangkan bersama waktuku dan tenaga serta cinta dalam hatiku, syahdu syair cinta ku buat dalam petikan nada gitar agar semakin menguatkan rasa rindu ku ini dapat menembus jarak dan waktu yang kini kita alami.

namun kini seakan batu karang besar menghadang sebuah kisah yang telah lama kita buat, Restu cinta ku terhalang oleh pintu ridha kedua orangtuaku, mereka ingin wanita yang berada tak jauh dari calon suaminya, agar kelak tak menyusahkanku. padahal hidup tak hanya dilihat hari ini, dan cintaku takkan pernah masalah dipisah oleh jarak karena cinta tumbuh ketika aku dapat memberikan kepercayaanku padamu. entah dengan cara apalgi melukiskan kesedihanku kini, hati ini seperti pada persimpangan salah satu sisi aq mencintaimu tanpa ingin mendurhakai kedua orangtua ku. karna seorang lelaki akan selamanya bakti kepada ibu. tetapi kau juga bidadari ku yang teramat ku harapkan bisa bersamaku bersanding di bahtera rumah tangga , aku yang jadi nahkoda dan kau penunjuk arah agar aku tak tersesat.

Benarkah sebuah cinta yang terlalu dipaksakan hingga menentang rustu kedua orangtua dapat mengubah pribadi ini menjadi oranglain, bak dongeng masa lampau, pemuda yang dahulu penyayang keluarga mendadak menjadi seorang pembenci setelah ia menikahi seorang wanita yang tak direstui. cinta yang terlalu dalam kepada wanita tsb membuat cinta yang lainnya tersingkir dari cawan hatinya, seperti gelas berisi air putih, bila diisi teru menerus air keruh maka akan berubah keruh jua.
aku tak ingin itu terjadi padaku, jua aku tak ingin kehilanganmu, cinta yang kau tanam sudah mengakar, kenangannya pun berbagai rasa, pengertian dan sikap menghargaimu takkan bisa ku setarakan dengan wanita yang nanti akan kucari lagi.


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260