Please wait...
Penulis 180 - Artikel 20 - Buku 295




Ujung
Category: Sobat Republika | Author: Salman Al Faruq | | 21 Des 2016, 11:17:52



Satu keramik dua keramik
Sebongkah kerikil dua bongkah kerikil
Dia membangun piramida
Dia sendiri yang bekerja
Kapan selesai?
Sepuluh ribu lima ratus tujuh puluh tiga tahun lagi
Ah, ya monyet bodoh pun tahu itu lama
Peduli setan, kata dia
Dia tahu bangunan yang dibangunnya
Tak bakal sama seperti bangunan putih India
Pun paham betul dia, tak akan
Segagah nyonya yang berdiri di muara Hudson

Kau tahu? Yang dia bangun adalah makam
Tak ada mayat di dalamnya, beronga dan kosong
Buat apa?
Dia bilang:
`Buat emosiku yang sudah mati`


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260