Please wait...
Penulis 176 - Artikel 20 - Buku 287




Rumah Cerpen
Category: Sobat Republika | Author: Amirullah B | | 15 Okt 2016, 19:17:55



Dalam waktu yang cukup lama, aku menyandarkan badan ke dinding sebuah rumah yang bernama "Rumah Cerpen". Sebuah ruangan yang cukup sederhana, tidak luas, juga tidak bisa dikatakan sempit. Sebenarnya aku tak bisa langsung mengetahui luas suatu ruangan, Cuma selama ini aku hanya bermain firasat terhadap ukuran luas.

Rasanya aku ingin membekukan waktu supaya bisa lebih lama menjelajahi seluruh buku yang berada di rak sisi kananku. Walau lebarnya tak cukup satu meter, rak buku yang bersusun lima lantai itu menggodaku untuk tetap berlama-lama di tempat ini. Apatah lagi di sana ada berbagai novel yang terjejer rapi yang seolah-olah menatapku.

"Ambil saya." Mungkin seperti itulah yang desahannya ketika kulirik dengan pelan.
"Hentikan." Aku mencoba menolaknya karena wajah malam sudah mulai bertamu di pintu keluar rumah yang tepat berada di depanku. Daun pintunya sudah terbuka sedari tadi sehingga menjadi godaan sendiri untuk secepat kilat keluar.
Aku berdiri. Namun karpet lembut yang tadi kusentuh dengan hangat kembali menoba menahanku. Aku tak tahu harus berbuat apa. Menerima godaan buku itu, atau terlelap di karpet atau mungkin pergi melewati pintu keluar yang ada di hadapanku.


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260