Please wait...
Penulis 177 - Artikel 20 - Buku 291




Selimut Kegelapan
Category: Sobat Republika | Author: Amirullah B | | 10 Jun 2016, 20:52:38



Aku masih sering berada dalam belantara kehidupan yang tak pernah terjejaki oleh harapan-harapan orang lain. Semuanya terasa baru. Harapan bagiku adalah seberkas sinar di gelap gulita malam. Ialah satu-satunya sumber cahaya dalam mengarungi hiruk-pikuk kehidupan ini. Kalau saja cahaya padam walau sekali, maka sulit kaki ini akan melangkah lagi.

Kitalah yang berhak menentukan arah harapan-harapan itu. Kebahagiaan di masa setelah ini jangan pernah ditentukan oleh orang lain. Biarkanlah mereka sebatas penonton sejati yang akan memberika ucapan `selamat` kala itu.

Besarkanlah harapan kita walau acapkali masih terasa senyap. Memang orang-orang hanya menjadi pagar hidup yang tak memberikan apa-apa kecuali diam. Biarkanlah mereka diam ketika tak ingin berbicara dan melangkah bersama. Tetaplah fokus pada cahaya dalam selimut kegelapan itu.


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260