Please wait...
Penulis 180 - Artikel 20 - Buku 295




Ketika Waktu Terdiam
Category: Sobat Republika | Author: Amirullah B | | 09 Jun 2016, 09:13:39



Ketika semuanya telah terdiam, saat itu hanya ada satu yang terus bergerak. Ia merayap dalam keheningan malam. Di setiap percepatan waktu, ia berlari kencang. Beringingan dengan hembusan angin. Begitulah doanya yang tak pernah terhenti oleh ruang dan waktu.

Ya, seperti itu sosok seorang ibu yang senantiasa berdoa kebaikan atas anak-anaknya. Harapan yang tak pernah terputus seperti gelombang ombak di lautan. Setelah satunya berakhir, akan disusul lagi oleh gelombang yang lain. Begitulah seterusnya, sampai kehendak Tuhan menghentikannya.

Adakah hati manusia yang sangat condong pada kita, kecuali ibu sendiri? Adakah belaian tangan yang melebihi kelembutan kasih sayang seorang wanita yang melahirkan kita. Dialah simbol segala kelembutan di dunia ini. Dialah juga angin yang terus berhembus menebar kebahagiaan dalam kehidupan ini.


COMMENTS
- no comment yet -







Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260