Please wait...
Penulis 184 - Artikel 20 - Buku 299




Republika Buka Program Wakaf Buku dan Al-Qur?an
Posted by Administrator on 23 Agu 2016, 15:07:29



JAKARTA—Dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, Republika Group of Companies (Republika Media Mandiri, Republika Penerbit, Republika Online, dan Republika Media Visual), menggelar ‘Program Wakaf Buku dan Al-Qur`an’. Program ini sebagai wujud kepedulian Grup Republika agar seluruh lapisan masyarakat semakin melek huruf (latin/arab), serta bisa membaca Al-Qur’an.

Koordinator Program Wakaf Buku dan Al-Qur`an, Syahruddin El-Fikri menjelaskan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses pada dunia pendidikan. “Mendapatkan akses pendidikan saja mereka kesulitan, —baik karena mahalnya biaya ataupun jauhnya jarak sekolah,—apalagi mendapatkan buku untuk dibaca,” kata Syahruddin, di Jakarta, Selasa (23/8).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian Organisasi Pendidikan, Sosial, dan Kebudayaan Dunia (Unesco, the United Nations of Education, Social, and Culture Organizations), masyarakat Indonesia yang hobi atau suka membaca berjumlah 0,001(1/1000). Artinya, setiap 1000 penduduk hanya satu jiwa yang suka membaca. “Bila kita asumsikan secara keseluruhan dari total 252 juta jiwa, berarti hanya 252 ribu orang yang suka membaca buku,” ujar Syahruddin yang juga general manager content Republika Penerbit.

Dari angka itu (252 ribu jiwa), bila dibagi dengan jumlah produksi buku per tahun berdasarkan data Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) yang berjumlah 44 ribu judul/tahun, maka satu judul buku baru dibaca sebanyak 6-7 orang. “Seandainya setiap buku baru wajib dibaca oleh seluruh masyarakat Indonesia yang berjumlah 252 juta jiwa, maka jumlahnya akan semakin mengenaskan. Satu judul buku baru dibaca oleh lebih dari 5715 orang,” jelasnya.

Berdasarkan hal inilah, kata dia, Republika sebagai salah satu media terkemuka di Indonesia ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Wakaf Buku dan Al-Qur`an ini. Harapannya, agar makin banyak masyarakat yang mendapatkan pengetahuan secara luas.

Syahruddin yang juga wartawan senior di Harian Republika ini, mengajak masyarakat terlebih khusus instansi pemerintah seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertingga (Kemendes PDT), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), juga sektor swasta yang memiliki program corporate social responsibility (CSR/tanggung jawab sosial perusahaan), lembaga jasa pengiriman seperti Kementerian Perhubungan, PT Pos Indonesia, JNE, Tiki, dan lembaga perbankan. “Bila program ini dipikul bersama, insya Allah akan lebih ringan,” ujar Syahruddin.

Menurutnya, tanggung jawab mencerdaskan generasi bangsa bukan hanya menjadi domain (wilayah) Kemendikbud atau Kemenag saja, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itulah, melalui program ini diharapkan semakin banyak generasi bangsa yang bisa mendapatkan kemudahan akses pendidikan dan pemberantasan buta aksara.

Syahruddin menyebutkan, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga tahun 2010 jumlah masyarakat Indonesia yang tidak bisa membaca dan menulis (buta huruf) sebanyak 7.752.627 orang, yang terdiri atas 2.816.207 orang pria, dan 4.936.420 orang wanita. Sebanyak 722.774 orang berusia antara 15-24 tahun, 2.725.913 orang berusia 25-44 tahun, dan sebanyak 4.303.940 orang berusia 45 tahun ke atas. “Kita berharap, setiap tahun angkanya terus menurun, sehingga bangsa ini terbebas dari buta aksara,” ujarnya.

Menurut dia, program untuk melepaskan kebutahurufan dan keaksaraan ini, tentunya bukan sebatas pada tugas pemerintah. Juga bukan hanya tugas guru di sekolah, atau orang tua di rumah. “Tetapi ini tugas setiap individu, tugas kita semua untuk maju, dan hak setiap pribadi untuk mendapatkan (akses) pendidikan serta buku-buku bacaan,” paparnya.

Syahruddin menyebutkan, merujuk pada data BPS pula, potensi tertinggi daerah yang mengalami buta aksara berada pada wilayah terluar Indonesia dan terpencil. Karena itu, melalui Program Wakaf Buku dan Al-Qur`an ini, ia berharap, tingkat kebutahurufan dan kebutaaksaraan di Indonesia bisa segera teratasi.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI, Hikmat Kurnia, mendukung program ini. Bahkan menurutnya, minat baca dan menulis generasi muda terus mengalami penurunan. Karena itu, dengan program wakaf buku ini, ia berharap, mampu mendorong generasi muda untuk rajin membaca dan menulis.

Syahruddin menambahkan, bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini, dapat menyalurkan donasi melalui rekening BCA No. 375.305.1771 dan rekening Bank Mandiri No. 127.00.90.90.90.92 a/n PT Republika Media Mandiri. Dana yang terkumpul dari seluruh sumbangan itu akan dibelikan buku-buku bacaan dan buku pelajaran untuk pelajar dan masyarakat. n









Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260