Please wait...
Penulis 184 - Artikel 20 - Buku 299




Sisi Lain Keluarga Mafia
Resensi oleh Mini GK
Posted by Administrator on 20 Apr 2016, 14:00:55



I against my brother, my brothers and I against my cousins, then my cousins and I against strangers. Keluarga adalah segalanya bagi Bedouin. Melawan musuh dan melupakan perbedaan. (Hal. 45)

Seperti novel Tere Liye yang lain, kali ini Pulang hadir dengan sisipan-sisipan ajaran kebaikan.
Novel ini bercerita tentang perjalanan seorang anak manusia yang sering dipanggil Bujang. Bermula dari Bujang kecil yang tinggal di rumah sederhana di pedalaman hutan Sumatra. Mereka mengasingkan diri. Dulunya sang ayah adalah seorang jagal ternama yang disegani, sementara sang ibu adalah putri dari padepokan terhormat, cinta mereka tidak direstui karena itu setelah menikah mereka terusir dari silsilah keluarga.
Menginjak dewasa, datanglah kawan lama ayah yang seorang konglongmerat dari kota. Melihat Bujang yang begitu elok namun hidup jauh dari layak dan tidak mengenal sekolah, konglongmerat itu berniat mengambil Bujang untuk dibawa ke kota. Konglongmerat itu berjanji akan menyekolahkan sekaligus merawat Bujang seperti anaknya sendiri. 
Sang ayah sangat setuju namun sang ibu masih tidak rela. Namun karena Bujang berkeras hati ingin ikut sang konglongmerat, akhirnya ibu mengizinkan dengan banyak syarat. Salah satunya adalah Bujang di mana pun berada dilarang makan daging babi dan minum alcohol. Menurut ibu, perut itu harus bersih. Jika ada satu makanan yang tidak bersih dan masuk perut, maka masa depan akan suram.
Di sinilah Tere Liye menyisipkan pesan-pesan mulia, dengan gaya santu dan tidak menggurui.
Di kota Bujang tumbuh jadi laki-laki kuat. Dia tidak hanya tampan, kuat fisik melainkan berotak cerdas. Dia sekolah privat dengan guru pilihan dari luar negeri. Kelak ketika tiba giliran masuk universitas, Bujang dikirim ke sekolah terbaik di luar negeri.
Ia merasakan hidup yang serba kecukupan. Banyak teman-teman yang sudah jadi saudara sendiri karena sama-sama diadopsi dan tinggal di rumah sang konglongmerat yang menyerupai kastil.  
Perlu waktu dan kedewasaan hingga akhirnya Bujang tahu bahwa selama ini sang ayah angkat (si konglongmerat) adalah seorang mafia kelas atas. Penguasa dunia hitam dalam negeri dan juga sebagian daratan luar. Secara mengejutkan akhirnya Bujang tahu bahwa selama ini sang ayah angkat banyak musuh.
Perkelahian hingga pembunuhan kerap mewarnai hari-hari Bujang. Ia bahkan ikut bertarung melawan saudaranya sendiri yang ternyata telah berkhianat pada keluarga.
Novel ini membahas arti sebuah kehilangan, cinta sejati, pengkhianatan dan kekuatan doa. Pulang, di mana pun kita berada, pasti suatu hari nanti hati kita minta untuk kembali. Bahkan tanpa di minta, kita sedang menunggu pulang ke pangkuanNya. 
***

Mini GK, novelis asal Gunungkidul. Alumni Kampus Fiksi, bergiat di Klub Buku Yogyakarta.

Resensi dimuat di TribunJogja, Minggu, 10 April 2016.
 









Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260