Please wait...
Penulis 184 - Artikel 20 - Buku 299

Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani




Syeikh Muhammad Nawawi al-Bantani
Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani (bahasa Arab: ???? ???? ?????? ???????, lahir di Tanara, Serang, 1813 - meninggal di Mekkah, 1897) adalah seorang ulama Indonesia yang terkenal. Ia bergelar al-Bantani karena ia berasal dari Banten, Indonesia. Ia adalah seorang ulama dan intelektual yang sangat produktif menulis kitab, yang meliputi bidang-bidang fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadis. Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab.

1230-1314 H / 1815- 1897 M Lahir dengan nama Ab? Abdul Mu?ti Muhammad Nawawi bin ?Umar bin ?Arabi. Ulama besar ini hidup dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat. Ulama yang lahir di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Propinsi Banten (Sekarang di Kampung Pesisir, desa Pedaleman Kecamatan Tanara depan Mesjid Jami? Syaikh Nawawi Bantani) pada tahun 1230 H atau 1815 M ini bernasab kepada keturunan Maulana Hasanuddin Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon.

Keturunan ke-12 dari Sultan Banten. Nasab dia melalui jalur ini sampai kepada Baginda Nabi Muhammad saw. Melalui keturunan Maulana Hasanuddin yakni Pangeran Suniararas, yang makamnya hanya berjarak 500 meter dari bekas kediaman dia di Tanara, nasab Ahlul Bait sampai ke Syaikh Nawawi. Ayah dia seorang Ulama Banten, ?Umar bin ?Arabi, ibunya bernama Zubaedah.

Semenjak kecil dia memang terkenal cerdas. Otaknya dengan mudah menyerap pelajaran yang telah diberikan ayahnya sejak umur 5 tahun. Pertanyaanpertanyaan kritisnya sering membuat ayahnya bingung. Melihat potensi yang begitu besar pada putranya, pada usia 8 tahun sang ayah mengirimkannya keberbagai pesantren di Jawa. Dia mula-mula mendapat bimbingan langsung dari ayahnya, kemudian berguru kapada Kyai Sahal, Banten; setelah itu mengaji kepada Kyai Yusuf, Purwakarta.[1]

Di usia dia yang belum lagi mencapai 15 tahun, Syaikh Nawawi telah mengajar banyak orang. Sampai kemudian karena karamahnya yang telah mengkilap sebelia itu, dia mencari tempat di pinggir pantai agar lebih leluasa mengajar murid-muridnya yang kian hari bertambah banyak.

Pada usia 15 tahun dia menunaikan haji dan berguru kepada sejumlah ulama terkenal di Mekah, seperti Syaikh Kh?tib al-Sambasi, Abdul Ghani Bima, Yusuf Sumbulaweni, Abdul Ham?d Daghestani, Syaikh Sayyid Ahmad Nahrawi, Syaikh Ahmad Dimyati, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, Syaikh Muhammad Khatib Hambali, dan Syaikh Junaid Al-Betawi.

Tapi guru yang paling berpengaruh adalah Syaikh Sayyid Ahmad Nahrawi, Syaikh Junaid Al-Betawi dan Syaikh Ahmad Dimyati, ulama terkemuka di Mekah. Lewat ketiga Syaikh inilah karakter dia terbentuk. Selain itu juga ada dua ulama lain yang berperan besar mengubah alam pikirannya, yaitu Syaikh Muhammad Khatib dan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, ulama besar di Medinah.

Kepakaran dia tidak diragukan lagi. Ulama asal Mesir, Syaikh `Umar `Abdul Jabb?r dalam kitabnya "al-Dur?s min M?dhi al-Ta?l?m wa Hadlirih bi al-Masjidil al-Har?m? (beberapa kajian masa lalu dan masa kini tentang Pendidikan Masa kini di Masjidil Haram) menulis bahwa Syaikh Nawawi sangat produktif menulis hingga karyanya mencapai seratus judul lebih, meliputi berbagai disiplin ilmu. Banyak pula karyanya yang berupa syarah atau komentar terhadap kitab-kitab klasik. Sebagian dari karya-karya Syaikh Nawawi di antaranya adalah sebagai berikut:

al-Tsam?r al-Y?ni?ah syarah al-Riy?dl al-Bad??ah
al-?Aqd al-Tsam?n syarah Fath al-Mub?n
Sullam al-Mun?jah syarah Saf?nah al-Shal?h
Ba?jah al-Was?il syarah al-Ris?lah al-J?mi?ah bayn al-Us?l wa al-Fiqh wa al-Tasawwuf
al-Tausy?h/ Quwt al-Hab?b al-Ghar?b syarah Fath al-Qar?b al-Muj?b
Ni??yah al-Zayyin syarah Qurrah al-?Ain bi Mu?imm?h al-D?n
Mar?qi al-?Ub?diyyah syarah Matan Bid?yah al-?id?yah
Nash?ih al-?Ib?d syarah al-Manba??tu ?ala al-Isti?d?d li yaum al-Mi??d
Sal?lim al-Fadhl?? syarah Mandh?mah ?id?yah al-Azkiy??
Q?mi?u al-Thugy?n syarah Mandh?mah Syu?bu al-Im?n
al-Tafsir al-Mun?r li al-Mu??lim al-Tanz?l al-Mufassir ?an wuj?? mah?sin al-Ta?wil musamm? Mur?h Lab?d li Kasyafi Ma?n? Qur?an Maj?d
Kasyf al-Mar?thiyyah syarah Matan al-Jurumiyyah
Fath al-Gh?fir al-Khathiyyah syarah Nadham al-Jurumiyyah musamm? al-Kaw?kib al-Jaliyyah
Nur al-Dhal?m ?ala Mandh?mah al-Musamm?h bi ?Aq?dah al-?Aww?m
Tanq?h al-Qaul al-Hats?ts syarah Lub?b al-Had?ts
Mad?rij al-Shu??d syarah Maulid al-Barzanji
Targh?b al-Must?q?n syarah Mandh?mah Maulid al-Barzanj?
Fath al-Shamad al ??lam syarah Maulid Syarif al-?An?m
Fath al-Maj?d syarah al-Durr al-Far?d
T?j?n al-Dar?ry syarah Matan al-Baij?ry
Fath al-Muj?b syarah Mukhtashar al-Khath?b
Mur?qah Shu??d al-Tashd?q syarah Sulam al-Tauf?q
K?syifah al-Saj? syarah Saf?nah al-Naj?
al-Fut?h?h al-Madaniyyah syarah al-Syu?b al-?m?niyyah
?Uq?d al-Lujain fi Bay?n Huq?q al-Zaujain
Qathr al-Ghais syarah Mas?il Ab? al-Laits
Naq?wah al-?Aq?dah Mandh?mah fi Tauh?d
al-Na?jah al-Jayyidah syarah Naq?wah al-?Aq?dah
Sul?k al-J?dah syarah Lam?ah al-Maf?dah fi bay?n al-Jumu?ah wa almu??dah
Hilyah al-Shiby?n syarah Fath al-Rahman
al-Fush?sh al-Y?qutiyyah ?ala al-Raudlah al-Ba??yyah fi Abw?b al-Tashr?fiyyah
al-Riy?dl al-Fauliyyah
Mishb?h al-Dhal?m?ala Min?aj al-Atamma fi Tabw?b al-Hukm
Dzariyy?ah al-Yaq?n ?ala Umm al-Bar???n fi al-Tauh?d
al-Ibr?z al-D?niy fi Maulid Sayyidina Muhammad al-Sayyid al-Adn?ny
Baghyah al-?Aww?m fi Syarah Maulid Sayyid al-An?m
al-Durrur al-Ba?iyyah fi syarah al-Khash?ish al-Nabawiyyah
Lub?b al-bayy?n fi ?Ilmi Bayy?n.[4]

Karya tafsirnya, al-Mun?r, sangat monumental, bahkan ada yang mengatakan lebih baik dari Tafs?r Jal?lain, karya Im?m Jal?ludd?n al-Suy?thi dan Im?m Jal?ludd?n al-Mah?lli yang sangat terkenal itu. Sementara K?syifah al-Saj? syarah merupakan syarah atau komentar terhadap kitab fiqih Saf?nah al-Naj?, karya Syaikh S?lim bin Sumeir al-Hadhramy. Para pakar menyebut karya dia lebih praktis ketimbang matan yang dikomentarinya. Karya-karya dia di bidang Ilmu Akidah misalnya T?j?n al-Dar?ry, N?r al-Dhalam, Fath al-Maj?d. Sementara dalam bidang Ilmu Hadits misalnya Tanqih al-Qaul. Karya-karya dia di bidang Ilmu Fiqih yakni Sullam al-Mun?jah, Ni??yah al-Zain, K?syifah al-Saj?. Adapun Q?mi?u al-Thugy?n, Nash?ih al-?Ib?d dan Minh?j al-Raghibi merupakan karya tasawwuf.

Ada lagi sebuah kitab fiqih karya dia yang sangat terkenal di kalangan para santri pesantren di Jawa, yaitu Syarah ?Uq?d al-Lujain fi Bay?n Huq?q al-Zaujain. Hampir semua pesantren memasukkan kitab ini dalam daftar paket bacaan wajib, terutama di Bulan Ramadhan. Isinya tentang segala persoalan keluarga yang ditulis secara detail. Hubungan antara suami dan istri dijelaskan secara rinci. Kitab yang sangat terkenal ini menjadi rujukan selama hampir seabad.

Tapi kini, seabad kemudian kitab tersebut dikritik dan digugat, terutama oleh kalangan muslimah. Mereka menilai kandungan kitab tersebut sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan masa kini. Tradisi syarah atau komentar bahkan kritik mengkritik terhadap karya dia, tentulah tidak mengurangi kualitas kepakaran dan intelektual dia.[5]


PRODUCT BY SYEIKH MUHAMMAD NAWAWI AL-BANTANI





Follow our Social Media




Republika Penerbit - Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12260